Selasa, 18 Des 2018 - 16:18:00 WIB - Viewer : 538

187 Ribu Tenaga Kerja Kontruksi di Sumsel Tak Miliki Sertifikat

rep : AT.Putra/Ed:Feri

Ketua Lembaga Pengembangan Jasa Konstruksi (LPJK) Sumsel, Sastra Suganda

AMPERA.CO, Palembang - Ketua Lembaga Pengembangan Jasa Konstruksi (LPJK) Sumsel, Sastra Suganda, mengaku, dari 200 ribu tenaga kerja kontruksi yang ada di Sumatera Selatan (Sumsel), 187 ribu diantaranya tak miliki sertifikat ahli dan trampil

"Dari 200 ribu itu, yang sudah tersertifikasi sekitar 13 ribu tenaga kerja yang meliputi tenaga ahli muda,madya dan utama, sisanya belum punya," katanya, Selasa (18/12).

Dijelaskannya, soal sertifikasi dibagi menjadi dua yakni sertifikasi badan usaha (sbu) dan sertifikasi tenaga konstruksi yaitu sertifikasi ahli dan trampil.

Ia mengaku, ada 5 tugas pokok LPJK dengan persyaratan asosiasi kontruksi, diantaranya, melakukan penelitian di bidang jasa konatruksi, melakukan pendidikan dan pelatihan dibidang jasa konstruksi, melakukan registrasi dan sertifikasi tenaga kerja kontruksi, melakukan registrasi dan sertifikasi badan usaha jasa konstruksi, terkahir
sebagai badan arbitrase, mediasi dan penilai ahli dibidang kontruksi.

"Itulah 5 tugas pokok LPJK, dari 5 tugas poko itu sudah kita laksanalan semua. Namun, yang paling dominan adalah poin nomor 3 dan 4," katanya seraya mengatakan, saat ini, tenaga kerja kontruksi yang ada di Indonesia ada sekitar 8,5 juta dan baru tersertifikasi sekitar 650 ribu.

Komentar Berita