Senin, 02 Mei 2016 - 22:03:00 WIB - Viewer : 6204
23 Kios Hj Yeni Dibongkar, PT GTP Siapkan 2 Gedung Tampung Pedagang
AMPERA.CO/AT.PUTRA
AMPERA.CO, PALEMBANG - Sebanyak 23 kios milik Hj Yeni yang terletak didepan gedung Pasar 16 Ilir, dibongkar secara sukarela oleh pedagang yang menyewa dengan Hj Yeni.
Meskipun baru menerima himbauan dari Pemerintah Kota (Pemkot) Palembang, melalui PD Pasar Palembang Jaya, sekitar sepekan terakhir, para pedagang dengan sukarela melakukan pembongkaran kios yang ditempati sejak 4 tahun terakhir tersebut.
"Kami sudah siap. Ini kesadaran sendiri dari para pedagang, intinya kami siap mendukung program Pemkot Palembang,"kata Yeni, saat dibincangi dilokasi pembongkaran, Minggu (1/5) malam.
Menurut Yenii, saat ini pihaknya belum memiliki rencana apa-apa kedepan. Namun, yang pasti pihak Pemkot Palembang siap memberikan tempat yakni didekat kantor Lurah 16 Ilir, sebagai lokasi baru bagi pedagang.
"Kita ikuti prosedur saja. Karena itu kebijakan pemerintah, kami siap mendukung program pemerintah,"katanya singkat.
Sementara itu, salah seorang perwakilan pedagang Amri mengatakan, sampai saat ini belum ada ganti rugi terkait pembongkaran tersebut.
"Ganti rugi belum ada, belum ada pembicaraan sampai kesana. Tapi, kami ikhlas menerima kebijakan yang diambil pemerintah,"katanya.
Terpisah, pemilik PT Ganda Tahta Prima, Febrianto mengatakan, ia tidak memiliki wewenang atas pembongkaran tersebut. Karena hal itu diluar kontrak kerjasama dengan Pemkot Palembang.
"Pembongkaran itu tidak ada kaitan dengan kita. Itu program pemerintah. Itu domain pemerintah,"katanya.
Namun, yang pasti ia siap menampung 23 pedagang tersebut. Ia mengaku, pihaknya sudah membicarakannya dengan Pemkot Palembang maupun PD Pasar.
"Kami siapkan dua gedung untuk mereka. Yakni lantai 4 dan 5. Lapak di dua lantai tersebut cukup untuk menampung mereka. Bahkan lebih dari cukup,"ujarnya.
Febri menambahkan, pembongkaran itu hal yang wajar Pasalnya, tempat tersebut merupakan pasilitas umum (pasum) yang ditujukan bagi masyarakat.
"Saya mendukung pemerintah. Karena tempat pedagang berdagang itu merupakan pasum,"pungkasnya
Feri



