Rabu, 29 Apr 2015 - 16:21:16 WIB - Viewer : 7748
4 Pelaku Begal Diringkus
AMPERA.CO, Palembang - Sepak terjang empat kawanan pelaku begal nampaknya berakhir sudah setelah akhirnya diringkus jajaran unit pidana umum satreskrim Polresta Palembang kemarin (29/4). Dalam beraksi, empat kawanan ini tergolong sadis dan tak segan menghabisi korbannya dengan menembakkan senjata api rakitan serta menjarah seluruh harta benda korbannya.
Ke Empat kawanan tersebut yakini Indra Irawan alias Jobol (26) warga lorong Awang RT 02 RW 06 Kelurahan Bukit Lama, Firman (24) warga Kelurahan 36 Ilir Kecamatan Ilir Barat II, Ruswanto Alias Kirin (24) warga Kelurahan 16 Ulu Kecamatan Plaju dan Agus (24) warga Jalan Tembok Baru Gang Bersama RT 17 RW 05 Kelurahan 11 Ulu Kecamatan Seberang Ulu I Palembang.
Kasat Reskrim Polresta Palembang, Kompol Suryadi Sik didampingi Kanit Pidum, Iptu Robert Sihombing mengatakan dalam meringkus ke Empat tersangka tersebut pihaknya bekerjasama dengan beberapa jajaran polsek Sako, Iliri Barat I dan Kemuning. "Mereka ini spesialis begal motor di pagi hari atau jam-jam subuh terutama pada korban yang hendak pergi ke pasar,"kata Suryadi kemarin (29/4).
Menurutnya, penangkapan ke Empat pelaku tersebut berawal dari nyanyian salah satu pelaku bernama Indra alias Jobol saat sedang berupaya transaksi menjual motor yang berhasil dicurinya tersebut. "Ada beberapa barang bukti yang kita amankan seperti sepucuk sanjata api rakitan beserta 3 amunisi dan kendaraan roda dua jenis Yamaha Xeon BG 2776 IK dan Honda Supra X BG 3563 ZB,"jelasnya.
Dikatakan Suryadi, ke Empat pelaku dikenakan pasal 365 KUHP tentang pencurian dengan kekerasan. "Kita masih dalami, ada beberapa laporan terkait ini dan masih kita selidiki dan pengembangan terhadap kasus-kasus lainnya. Karena besar kemungkinan sangat terkait dengan kejadian di daerah Banyuasin yang sampai menewaskan korbannya, kita lakukan koordinasi dengan Polres Banyuasin,"tukasnya.
Sementara itu, pelaku Indra alias Jobol mengaku tertangkap saat hendak menjual motor Xeon tersebut ke salah satu kenalannya di kawasan Kenten. "Tepatnya didekat terminal, sudah deal harga Rp 3juta rencananya mau dibagi-bagi. Saat itu saya diajak teman saya itu kerumahnya, tiba-tiba polisi datang tak lama dari itu. Berikutnya barulah teman-teman saya tertangkap,"terangnya.
Dalam beraksi, sambung Indra, dirinya berperan sebagai joki atau pembawa kendaraan sementara rekan lainnya yang mengeksekusi. "Senjata itu punya firman, kalau beraksi baru dua kali pak yang berhasil. Beberapa lainnya tidak berhasil, terakhir beraksi di kawasan sekip di Jaan Benddyngan depan SMP Trisula kelurahan kemuning dan di Jalan AKBP Cek Agus Kelurahan 8 Ilir,"bebernya. (AM9)



