Minggu, 17 Mei 2015 - 02:41:50 WIB - Viewer : 2484

5 Cara Berfikir Yang Membuat Hidup Tidak Bahagia

harusbaca.com

istimewa
ilustrasi

AMPERA.CO, Palembang - Semua orang yang hidup di dunia ini pasti ingin bahagia. Tidak ada satu pun orang yang tidak menginginkan bahagia. Kebahagiaan merupakan suatu keadaan pikiran atau perasaan yang ditandai dengan kesenangan, cinta, kenikmatan, kepuasan, dan kegembiraan. Bahagia itu mudah! Memang menjadi bahagia memang merupakan hal yang mudah di dapatkan.

 

Contohnya saja, kita berhasil melakukan atau mendapatkan sesuatu saja kita sudah merasa bahagia. Berkumpul bersama keluarga kita juga sudah merasa bahagia. Merasa bahagia memang mudah, tapi kebahagiaan akan sulit Teman-teman rasakan jika Teman-teman memiliki cara berpikir yang salah. Ya, cara berpikir ternyata bisa membuat kebahagiaan sulit di dapat. Oleh karena itu, harus Teman-teman ketahui beberapa cara pikir yang bisa membuat Teman-teman tidak bahagia. Mau tau seperti apa? Yuk, langsung saja kita simak ulasannya yang berikut ini, seperti dilansir Kabar24.com.

 

1. Aku baru bisa bahagia jika keinginanku sudah tercapai

Cara berpikir yang satu ini sangat sering dilakukan oleh orang-orang. Misalnya saja, Teman-teman akan bahagia jika Teman-teman berhasil meninggikan badan. Memang sih memiliki badan yang tinggi, dan ideal menjadi kebanggan tersendiri bagi seseorang. Tapi, mau sampai kapan? Padahal dengan tubuh Teman-teman yang kurang tinggi itu kamu juga bisa tampil menarik kok, jika Teman-teman memang percaya diri. Jadi, berhentilah berpikir seperti itu.

2. Sepertinya orang-orang tidak akan menyukaiku

Pemikiran yang satu ini juga sangat menyiksa Teman-teman. Harus Teman-teman ketahui bahwa apa yang ada di pikiran kamu itu lah yang akan terjadi di dunia nyata. Jadi, jika kamu berpikir bahwa orang-orang tidak akan menyukai Teman-teman, maka orang-orang tidak akan menyukai Teman-teman. Dengan begitu pemikiran Teman-teman itu hanya akan menyiksa diri Teman-teman sendiri.

3. Aku harus memperbaiki semuanya sekarang juga!

Berniat baik sih boleh-boleh saja, tapi jika berpikir sepert ini hanya akan membuat Teman-teman merasa tersiksa. Memperbaiki kesalahan tidak bisa dilakukan dengan cepat. Ingat, semua hal itu butuh proses, dna tidak bisa dilakukan dengan cepat. Jadi, berhentilah berpikir bahwa Teman-teman bisa memperbaiki semuanya sekarang juga, karena itu akan membuat Teman-teman merasa terbebani.

4. Semuanya memang salahku

Menyalahkan diri sendiri bukan merupakan hal yang baik dilakukan. Jika Teman-teman memang melakukan keselahan, Teman-teman bisa mencari jalan keluarnya. Tapi jika Teman-teman tidak merasa melakukan keselahan cobalah untuk tidak menyalahkan diri Teman-teman sendiri. Karena jika Teman-teman selalu menyalahkan diri Teman-teman sendiri. Teman-teman hanya akan menutup pintu kebahagian Teman-teman. Cobalah untuk memikirkan kembali tentang masalah tersebut, dan pikirlah secara tegas, jangan memikirkan keburukan-keburukan Teman-teman, sehingga Teman-teman menjadi berpikir bahwa Teman-temanlah yang selalu salah.

5. Aku butuh orang lain untuk mendorongku,karena aku takut melakukannya sendiri

Pikiran seperti ini merupakan tipe orang yang tidak bisa mendiri, alias selalu bergantung dengan orang lain. Teman-teman hanya bisa melakukan sesuatu jika dibantu oleh orang lain, dalam arti Teman-teman tidak akan bisa jika Teman-teman melakukannya sendirian. Hal ini tentunya akan sangat menyiksa Teman-teman, karena Teman-teman hanya akan bahagia jika ada orang di sekeliling kamu, tapi kalau Teman-teman sendiri, apa Teman-teman bisa bahagia?

AR. Yosef

kabar24.com

    TAGS   :   #unik

Komentar Berita