Rabu, 04 Mei 2016 - 09:07:00 WIB - Viewer : 8096

5 hal tentang kasus Yuyun yang mesti kamu ketahui

AMPERA.CO — Duka mendalam disampaikan oleh publik lewat medsos dengan tagar #NyalaUntukYuyun untuk seorang gadis remaja berusia 14 tahun yang ditemukan meninggal setelah diperkosa oleh 14 orang laki-laki di Desa Kasie Kasubun, Kec. Padang Ulak Tanding, Kabupaten Rejang Lebong, Provinsi Bengkulu.

Gadis remaja yang masih duduk di bangku SMP ini tewas setelah dipukul di bagian kepalanya. Nama Yuyun kini dikenal publik sebagai simbol kekerasan seksual terhadap perempuan.

Sayangnya berita mengenai Yuyun tak banyak digali oleh media, bahkan terlambat diangkat. Ia hilang pada Sabtu, 2 April, dan baru ditemukan tiga hari kemudian, pada Senin, 4 April.

Namun berita mengenai kisah tragis ini baru diangkat media sebulan kemudian.

Inilah sebagian informasi yang tentang Yuyun yang dirangkum dari berbagai sumber:

Sebagian besar pelaku berusia di bawah 20 tahun

Dari rekonstruksi yang dilakukan polisi pada 19 April selama 3 jam terhadap 14 pelaku di Markas Polres Rejang Lebong, Bengkulu, diketahui sebagian besar pelaku berusia di bawah 20 tahun.

Yuyun, yang pada Sabtu sore itu baru pulang sekolah dan masih mengenakan seragam SMP, melintas di area para pelaku yang sedang bermabuk-mabukan.

Melihat anak perempuan berusia 14 tahun itu melintas di depan mereka, para pelaku langsung memerkosa dan membunuh serta membuang jasadnya ke jurang sedalam lima meter.

Pelaku bersandiwara di depan keluarga korban

Salah seorang tersangka sempat ikut menggali kuburan saat Yuyun hendak dimakamkan di Tempat Pemakaman Umum (TPU) desa setempat.

Berbagai cara dilakukan tersangka agar tidak terdeteksi petugas, termasuk berpura-pura berempati pada keluarga.

Selain ikut terlibat dalam proses pemakaman dan penggalian kuburan, sebelumnya para tersangka lainya juga aktif dalam mencari jasad Yuyun. Mereka berpura-pura membantu warga dan pihak kepolisian, bertujuan untuk menghilangkan jejak dan tidak dicurigai.

Saat olah tempat kejadian perkara (TKP), ada juga beberapa tersangka yang sempat mengobrol dengan polisi, dan mengatakan bahwa pelakunya sangat kejam dan harus ditangkap.

Dua buron lari ke luar Bengkulu

Polisi telah menangkap 12 pelaku pemerkosaan, sedangkan dua orang lagi kini menjadi buron.

Menurut Kasat Reskrim Rejang Lebong AKP Chusnul Qomar, pihaknya berhasil meringkus para pelaku dalam waktu seminggu sejak mayat Yuyun ditemukan.

Chusnul menuturkan telah mengantongi dua identitas pelaku pemerkosaan yang melarikan diri. Saat ini keduanya sudah tidak berada di Bengkulu.

"Untuk sementara dua pelaku sudah di luar Bengkulu," kata Chusnul.

Media terlambat memberitakan Yuyun

Berita mengenai kematian Yuyun baru terungkap pada Senin pagi, 4 April, setelah jenazahnya ditemukan tak bernyawa di sebuah kebun karet milik warga.

Mayatnya ditemukan dalam keadaan yang mengenaskan dan diperkirakan ia telah tewas beberapa hari sebelumnya.

Wartawan juga mengakui kurangnya pemberitaan di media lokal karena lokasi kejadian yang jauh dari keramaian. Bahkan, daerah TKP masih menjadi daerah rawan perampokan dan pembegalan.

Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Bengkulu membenarkan kondisi ini.

Jadi berita nasional

Kasus ini pertama kali diangkat oleh aktivis perempuan yang juga jurnalis paruh waktu, Kate Walton, yang kemudian disambut oleh Kartika Jahja, musisi yang peduli terhadap isu perempuan, serta kelompok Kolektif Betina.

Kartika mengagas gerakan online dengan tagar #NyalaUntukYuyun di Instagram dan Twitter. Hashtag itu pun menjadi trending topic. Belakangan aksi tersebut diikuti oleh selebriti di Tanah Air, seperti Julia Perez, Andien, dan Citra Scholastika.

Feri Y

rappler