Minggu, 25 Sep 2016 - 22:06:00 WIB - Viewer : 2040

Agus Yudhoyono-Silviana dan Perhitungan Matang SBY

Aryadi Achmad

Meski ada yang mencibir, namun harus diakui SBY kembali menunjukan kepiawaiannya sebagai ahli strategi politik. Pilihannya mengajukan putra sulungnya Agus Harimurti Yudhoyono dan Sylviana Murni sebagai Cagub-Cawagub dalam Pilkada DKI Jakarta jelas dengan perhitungan matang.

Agus Harimurti Yudhoyono yang kini berusia 38 tahun adalah Calon Gubernur termuda di ibukota. Tak hanya tampan, namun juga senantiasa tampil gagah hasil didikan keras dan disiplin selama 15 tahun berkarir di kemiliteran. Agus sosok yang penampilannya mampu menyedot perhatian masyarakat.

Menjalani pendidikan menengah di SMA Taruna Nusantara, Agus menunjukkan prestasi diatas rata-rata. Bahkan saat menyelesaikan pendidikan di Akademi Militer Nasional (AMN), Agus peraih bintang Adhi Makayasa. Prestasi gemilang juga ditunjukkan saat menempuh US Army Command and Generall Staf College.

Tak hanya dalam dunia kemiliteran, kecerdasan Agus Harimurti juga teruji dalam dunia akademik. Setidaknya itu ditujukan saat Agus menjalani perkuliahan di Nanyang Technological University di Singapura maupun Universitas Harvard dan Webster University di Amerika.

Agus adalah Jawa. Inilah keniscayaan politik di Indonesia. Populasi orang Jawa yang mayoritas sulit untuk dianggap sepele dalam kontestasi politik Indonesia, meski sudah berada di era digital. SBY jelas berhitung cermat menyodorkan Agus Harimurti untuk merebut orang Jawa di Ibukota.

Pilihan menyandingkan Sylviana Murni dengan Agus Harimurti adalah bentuk kematangan perhitungan SBY. Silvy, yang birokrat tulen, tak hanya akan memback-up Agus. Namun juga bagian kejelian SBY merebut suara perempuan ibukota. Apalagi popularitas Silvy bagi warga Jakarta tak perlu diragukan lagi.

Silvy bukan birokrat biasa. Tak hanya kaya pengalaman dan kompetensi, namun juga seorang Doktor dalam bidang kebijakan publik dari Universitas Negeri Jakarta. Baik Agus maupun Silvy sama-sama kaya prestasi. Agus-Silvy adalah pasangan calon Gubernur-Wakil Gubernur yang nyaris tanpa cela.

Tak bisa dihindari, Pilkada DKI Jakarta kali ini rasanya menampilkan kembali `pertarungan` politik Megawati versus SBY. Hingga sejauh ini, berdasarkan catatan yang ada, kepiawaian SBY masih mengungguli Megawati. SBY belum bisa dikalahkan Megawati.

Komentar Berita