Jumat, 21 Apr 2017 - 18:07:00 WIB - Viewer : 7448

Ana Heryana : Wanita Harus Mampu Bersaing

Rep : AT. Putra/ed:Feri

Dr Ir Hj Ana Heryana MT

AMPERA.CO, Palembang - Setiap tanggal 21 April, warga negara Indonesia khususnya wanita selalu merayakan Hari Kartini. Dalam sejarahnya Ibu Kartini berusaha mendobrak dominasi kaum pria dimana kaum wanita bisa sekolah setinggi-tingginya, dan mendapatkan hak yang sama dengan kaum pria.


Staf Ahli Walikota Bidang Keuangan, Pendapatan Daerah, Hukum dan HAM, Dr Ir Hj Ana Heryana MT mengatakan, saat ini kaum wanita sudah mampu bersaing dan tidak bisa diremehkan. Tentu, hal itu berkat perjuangan ibu Kartini.

Disebutkannya, sudah banyak bukti kemajuan wanita. Seperti, keterlibatan dalam bidang sosial masyarakat, bidang hukum, tehknik, ekonomi, politik, kesehatan dan masih banyak lagi yang lainnya.

"Hari ini, wanita di Indonesia sudah jauh berkembang. Artinya, memiliki daya saing dan tidak tertinggal. Baik sisi pendidikan maupun keterlibatan dalam berbagai bidang, pasti wanita ada perwakilannya. Meskipun angkanya tidak sebesar laki-laki,"katanya, Jumat (21/4).

Lulusan program Doktoral Universitas Sriwijaya (Unsri) ini menilai, sekarang ini sudah banyak wanita yang sukses dan bisa memimpin, baik skala lokal, Nasional bahkan Internasional.

Dijelasknnya, emansipasi wanita sebenarnya sudah dimulai sejak zaman dulu. Utamanya, pada saat masa kerajaan dan kesultanan tumbuh di Indonesia dimulai dari kerajaan Sriwijaya, Majapahit, Kutai dan lainnya.

"Semua orang tau, betapa terkenal dan hebatnya, Putri Kembang Dadar, Putri Rambut Selako, Putri Pinang Masak, Sangkuriang, Ken Dedes dan lainnya. Masuk masa perjuangan melawan penjajahan Belanda/VOC  pejuang wanita mulai dari Aceh ada Cut Nyak Dien, Cut Meutia, dari Bandung Dewi Sartika, dari Maluku Maria Christina Martha Tiahahu,"bebernya.

Wanita yang juga sebagai Pemerhati Budaya Lingkungan ini berharap, kedepan wanita Indonesia dapat lebih maju untuk mengisi sendi-sendi kehidupan berbangsa dan bernegara. Agar mampu mengharumkan nama Indonesia.

"Tentu ilmu pendidikan yang akan menjadi tolak ukur. Wanita harus mampu bersaing. Jangan mau tertinggal dan terpuruk, karena semua wanita memiliki potensi untuk maju,"pungkasnya.

    Simak Berita lainnya seputar topik artikel ini :