Selasa, 11 Apr 2017 - 07:46:00 WIB - Viewer : 1332

Ancaman Kedaulatan semakin Berat, Prajurit TNI dilatih kepekaan Inteligen

Ed : Feri Yuliansyah

AMPERA.CO, Palembang - Ancaman terhadap kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) semakin berat. Bukan hanya ancaman militer, namun juga mulai terlihat ancaman non militer baik dari luar maupun dalam negeri. Untuk menjaga keutuhan wilayah NKRI, sangat dibutuhkan kemampuan inteligen yang mumpuni dari prajurit TNI.
 
Tak mau kecolongan, Kodam II/Sriwijaya terus mengasah kemampuan kepekaan prajurit intelijen di wilayahnya, melalui Mobile Training Team (MTT) Intelijen dan Pengamanan Kodam II/Swj di Gedung Balai Prajurit, Sekanak, senin (10/4). 
 
“Kegiatan TMM berlangsung selama 12 hari dan diharapkan dapat memberikan bekal yang bermanfaat terkait perkembangan situasi terkini termasuk prediksi ancaman di bidang Ipoleksosbud Hankam di wilayah Kodam II/Swj,” terang Kasdam II/Sriwijaya, Brigjen TNI Marga taufiq, S,H., M,H.
 
Menurutnya, walau secara umum situasi nasional khususnya wilayah Sumbagsel relatif kondusif. Namun, berbagai ancaman terhadap keselamatan bangsa baik aspek politik, ekonomi, sosial budaya dan pertahanan keamanan masih sangat potensial.
 
“Potensi ancaman tersebut bersifat dinamis dan terkadang tidak terduga serta berpengaruh langsung dengan perkembangan lingkungan strategis,” ujar dia.
 
Dia meminta aparat intelijen bergerak secara profesional dalam menjalankan tugasnya dengan cara memelihara dan meningkatkan kemampuan deteksi dini, cegah dini dan lapor cepat terhadap segala perkembangan situasi yang terjadi.
 
“Dengan memiliki kemampuan tersebut, diharapkan segala permasalahan yang akan terjadi dapat dideteksi dan diantisipasi sedini mungkin sehingga tidak berkembang menjadi permaslaahan yang lebih kompleks,” harapnya.
 
Lebih jauh dia menjelaskan, sebagai bagian dari TNI memiliki kerawanan di masing-masing wilayah. Untuk itu diperlukan kualitas personel dan satuan intelijen berupa pokok-pokok intelijen, taktik dan teknik penyelidikan (interogasi dan pengintaian), taktik dan teknik pengamanan teori dan praktek (pengusutan, penipuan dan posmat), taktik dan teknik penggalangan teori dan praktek lainnya seperti demontrasi, pemogokan dan sabotase, teknik clandestain dan adeministrasi intelijen.
 
“Ilmu yang diperoleh lewat MTT ini harus direalisasikan sesuai dengan pentahapan kegiatan yang telah disusun, sehingga mencapai hasil optimal dalam rangka memelihara dan meningkatkan kemampuan aparat intelijen di jajaran Kodam II/Swj khususnya personel Bintara Intelijen,” perintahnya. 

    TAGS   :   #tni

Komentar Berita