Selasa, 24 Jul 2018 - 23:55:00 WIB - Viewer : 11112
Antisipasi Karhutla, Panglima TNI Minta Modif Cuaca
Ist
AMPERA.CO, Palembang - Untuk mengantisipaai event olahraga international Asian Games berlangsung sukses danpa halangan. Utamanya soal gangguan asap akibat Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla), Panglima TNI minta BMKG modifikasi cuaca.
Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto menuturkan, penyelenggaraan Asian Games Agustus nanti bertepatan dengan puncaknya kemarau.
Karena Asian Games merupakan pertaruhan nama baik Republik Indonesia, tentu saja penindakan untuk tidak terjadi karhutlah menjadi perhatian semua pihak.
Menurutnya, tekhnologi identifikasi sesuai dengan laporan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) khususnya wilayah Provinsi Sumsel sudah diprediksi bahwa hampir sebagian masuk wilayah merah, yang artinya berpotensi terjadi karhutla.
"Hari ini tanggal 24 Juli warna merahnya sudah hampir seluruhnya masuk warna merah. besok pun sudah diprediksi tapi warna merah nya sudah berkurang, kemungkinan terjadi kelembaban (hujan)," katanya, dalam kunjungan ke Palembang, Selasa (24/7).
"Sehingga kita bisa menarik kesimpulan kecil bahwa melihat dari pertama karakter tanah adalah gambut, tanah tidak akan terbakar apabila Kondisi basah. Sehingga salah satu cara untuk pencegahan kita harus mempertahankan tanah gambut itu tetap basah," katanya.
Menurutnya, dengan modifikasi cuaca dan bisa hujan di wilayah Palembang, mampu mencegah karhutla dalam waktu singkat sesuai dengan debit airnya.
"Tekhnologi sangat penting untuk kita bisa menghindari kebakaran. Untuk itu pencegahan yang pertama yang harus kita laksanakan adalah upaya membuat modifikasi cuaca, 3 minggu adalah waktu yang singkat untuk kita mencari potensi-potensi awan untuk dibuat hujan buatan," imbuhnya.
Dikatakannya, enam hari kedepan akan potensi terjadinya kebakaran sangat tinggi, sehingga mencegah akan lebih susah. Oleh sebab itu Ia menghimbau seluruh elemen terkait memerlukan power yang ekstra.
Lanjut Panglima TNI, strategi Gabungan TNI dan Polri sangat efektif dalam rangka pencegahan karhutla. Ia menganggap apabila ada masyarakat yang diduga melakukan tindakan pidana terhadap membakar, agar langsung bisa diambil oleh kepolisisan untuk diproses. Selain itu pula mendapat bantuan dari kepolisian apabila terjadi karhutlah.
"Strategi yang kedua Saya berterimakasih Komandan Korem (Danrem) sudah bisa mengidentifikasi kemungkinan-kemungkinan penyumbang asap terbesar apabila terjadi karhutla. Sehingga strategi pencegahannya gabungan antara tni dan polri tongkrongi desa yang teridentifikasi karhutlah. Semua itu dilakukan demi harga diri bangsa," ujarnya.
Sementara Gubernur Sumsel Alex Noerdin dalam laporannya menuturkan, posko Satuan tugas siaga darurat bencana asap akibat kebakaran hutan dan lahan provinsi sumatera selatan tahun 2018, merupakan posko pemandu yang sangat strategis karena bersebelahan dengan landasan udara dan di belakang juga ada landasan helikopter sendiri.
"Selamat datang Panglima TNI di Bumi Sriwijaya, ini adalah salah satu Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) terbaik di Indonesia," pungkasnya.



