Jumat, 19 Jun 2015 - 19:48:00 WIB - Viewer : 6644
Antisipasi PMKS, Dinsos Tambah Dua Armada
Foto: Istimewa
AMPERA.CO, Palembang - Untuk mengantisipasi maraknya penyandang masalah kesejahteraan sosial (PMKS) dan untuk memberikan rasa aman dan nyaman, bagi umat muslim yang menjalankan ibadah puasa. Dinsos Palembang, tambah dua armada selama bulan Ramadhan.
"Sejauh ini, sudah dua hari puasa. Belum ada lonjakan pengemis, gepeng, anjal maupun pengamen di Kota Palembang. Ya masih aman, bahkan bisa dikatakan tidak ada sama sekali,"ungkap Kabid Pelayanan dan Rehabilitasi Sosial, Dinsos Palembang, Ali Roni, Jumat (19/6).
Ali mengatakan, walaupun demikian, penyisiran wilayah yang dianggap paling marak berkumpulnya PMKS ini, tetap selalu dipantau oleh tim.
"Kegiatan pemantauan 13 titik lokasi PMKS selalu kami pantau. Malahan, selama Ramadhan ini, armada kendaraan akan kami tambah dua unit sebagai antisipasi lonjakan PMKS di Kota Palembang," katanya.
Ali menyebutkan, sedikitnya ada tiga lokasi yang berpotensi tempat PMKS beroperasi selama Ramadhan yakni, Masjid Agung Palembang, Masjid Raya Taqwa dan Masjid yang ada di kawasan pasar tradisional 16 Ilir.
"Setiap hari tim melakukan pengawasan di tiga titik itu. Sift mulai dari pukul 08.00-12.00 WIB, kemudian disambung lagi 13.00-17.00 WIB dan pukul 20.00-23.00 WIB,"sebutnya.
Menurut Ali, momen bulan puasa dipenuhi PMKS. Bukan hanya terjadi di ibu Kota Sumatera Selatan (Sumsel) ini saja, melainkan juga terjadi di kota-kota besar di Seluruh Indonesia.
"Ini seperti tradisi. Tapi, semenjak Kota Palembang memliki Peraturan Daerah (Perda) Nomor 12 Tahun 2013 tentang larangan pengemis, anjal dan lainnya. Dengan ancaman sangsi uang sebesar Rp 50 juta dan hukuman kurungan hingga 3 bulan,"ulasnya.
Terpisah, Ketua Komisi IV DPRD Palembang, Ali Subri mengatakan, pihaknya mendukung hal tersebut. Karena, apabila PMKS semakin marak, terutama ditempat ibadah, maka akan mengganggu ibadah umat muslim. Oleh itu, hal tersebut harus ditingkatkan.
"Kasian umat muslim, kalau semakin marak pengemis, gepeng maupun anjal di masjid, ya mengganggu mereka beribdah,"tutupnya
BerlianPratama



