Senin, 20 Mar 2017 - 00:04:00 WIB - Viewer : 5948
Atasi Masalah Lingkungan, Ikadil Siap Dukung Pemerintah
AMPERA.CO, Palembang - Ikatan Alumni Doktor Ilmu Lingkungan (Ikadil) Universitas Sriwijaya (Unsri) siap membantu Pemerintah Provinsi Sumsel atau Kabupaten/kota dalam mengatasi persoalan lingkungan. Utamanya yang terjadi di Metropolis.
Ketua Ikadil Dr Ir H Apriadi S Busri, CES mengatakan, di Kota Palembang ini banyak persoalan lingkungan yang ditemui. Seperti, air, udara, penghijauan atau pohon dan tanah.
"Kami siap membantu Pemkot Palembang terkait persoalan lingkungan, dan akan memberikan sumbangsih saran atau gagasan untuk lingkungan lebih baik,"katanya, Minggu (19/3).
Menurutnya, Ikadil terdiri dari berbagai macam lulusan Doktor, yang tentunya memahami berbagai persoalan. Pihaknya tergerak untuk membantu pemerintah karena beberapa hal. Diantaranya, semakin berkurangnya anak sungai, lingkungan yang dulu asri sekarang tidak lagi, prilaku buruk yang masyarakat yang membangun rumah membelakangi sungai dan lain sebagainya.
"Dulu sungai itu bisa tempat kapal berlayar, jual beli dan bergeraknya ekonomi. Kita berusaha untuk mengembalikan kondisi yang baik saat dulu untuk dihidupkan kembali,"katanya
Kata mantan Dirut PD Pasar Palembang Jaya ini, Ikadil saat ini sudah mulai melakukan kegiatan gotong royong membantu Pemkot Palembang melaksanakan kebersihan, penghijauan dan lainnya.
"Sosialisasi juga kita lakukan. Kami berharap Pemkot Palembang membuat aturan tersendiri, dimana didalamnya ada penghargaan dan hukuman bagi masyarakat yang melanggar dan tidak bisa menjaga lingkungan serta memberi penghargaan bagi masyarakat yang selalu dan berkomitmen dalam menjaga lingkungan,"imbuhnya.
Sementara itu, Walikota Palembang H Harnojoyo mengatakan, pihaknya menyambut baik keinginan Ikadil tersebut. Karena menurutnya, dalam menjaga lingkungan agar tetap bersih dan asri dibutuhkan keterlibatan semua pihak. Terutama masyarakat.
"Sejak 2015 lalu kami sudah berkomitmen menjaga kebersihan. Dengan cara turun langsung membersihkan anak sungai atau saluran air yang kotor. Kami harap, kedepan keterlibatan masyarakat kebih aktif lagi dalam menjaga kebersihan,"pungkasnya



