Sabtu, 06 Jun 2015 - 13:34:00 WIB - Viewer : 6160

Bangun Ekonomi Kerakyatan, Muhammadiyah Siap Hadirkan Bank Syariah

Niecko

Foto: Niecko
Syafruddin Anhar, Ketua Majelis Ekonomi dan Kewirausahaan (MEK) PP Muhammadiyah

AMPERA.CO, Palembang - Pernah gagal dalam mengelola Bank Syariah dengan nama Bank Perserikatan di tahun 2000 hingga 2005 menjadi pengalaman berharga Muhammadiyah dalam membangun industri jasa keuangan.

Dengan konsep Cetak Biru Generasi Ekonomi Muhammadiyah, organisasi ini akan kembali mengusung hadirnya Bank Syariah Muhammadiyah dengan berlandaskan ekonomi kerakyatan.

Menurut Syafruddin Anhar, Ketua Majelis Ekonomi dan Kewirausahaan (MEK) PP Muhammadiyah, industri jasa keuangan sangat diperlukan untuk kebutuhan warga Muhammadiyah dalam penyimpanan uang secara kekeluargaan.

"Kalau biasanya warga Muhammadiyah menyimpan uang di Bank umum atau Bank pemerintahan, dengan adanya Bank sendiri, jadi bisa lebih mudah menabungnya. Apalagi menggunakan sistem syariah dan ekonomi kekeluargaan," ujarnya kepada AMPERA.CO, Sabtu (6/6/2015).

Namun, konsep ini akan dimatangkan dalam kegiatan Semiloka Cetak Biru Gerakan Ekonomi Muhammadiyah yang digelar selama tiga hari di Palembang. Dimana, dalam Semiloka ini akan dikumpulkan para kader yang profesional dalam sektor ekonomi, seperti seluruh dekan universitas Muhammadiyah se-Indonesia dan stekholder Muhammadiyah.

Jika konsep Bank Syariah sudah matang, pihaknya akan membawa materinya ke Muktamar Muhammadiyah ke-47 yang akan digelar tanggal 3-8 Juni 2015 di Makassar.

"Kita siapkan dulu konsepnya, baru nanti akan kita sampaikan di Muktamar Muhammadiyah nanti," ucapnya.

BerlianPratama

    Simak Berita lainnya seputar topik artikel ini :

  • ekonomi
  • sumsel