Rabu, 03 Mei 2017 - 23:52:00 WIB - Viewer : 6624

Banjir Karangan Bunga, MUI: Jangan Mau Dibodohi Pakai Bunga!

Ed : Feri Yuliansyah

AMPERA.CO, Jakarta - Majelis Ulama Indonesia (MUI) mengkritik "aksi serbuan" karangan bunga dengan asal mula pengirim yang tidak jelas ke Mabes Polri, Mapolda bahkan hingga ke banyak Mapolres di tanah air. Pesan yang tertera dalam karangan bunga itu sangat beragam, salah satunya adalah mendukung Polri dalam memberantas radikalisme, menjaga NKRI, hingga seruan menjaga Bhineka Tunggal Ika.

Pesan di karangan bunga itu dianggap membangun stigma yang menyudutkan salah satu pihak, seolah-olah radikal, intoleran dan anti Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). MUI menolak anggapan itu.

"Jangan berlebihan lah, termasuk bunga untuk Ahok itu berlebihan, seolah-olah Ahok segalanya. Ngawur itu," kata Ketua Komisi Pemberdayaan Ekonomi MUI Azrul Tanjung, seperti dilansir Okezone.com Rabu (3/5).

Azrul menjelaskan, umat Islam di Tanah Air sangat toleran. Buktinya ada orang yang berasal dari non-Muslim yang menjadi kepala daerah, khususnya di luar DKI.

"Jadi enggak ada alasan kalau menyatakan umat Islam intoleran atau radikal," ujar Azrul.

"Hari gini jangan lebay lah, berjalan normal saja. Kalau memakai bahasa Ahok, yaitu `jangan mau dibodohi pakai bunga`," selorohnya.

Sekadar diketahui, ratusan karangan bunga tampak membanjiri Mabes Polri. Menurut Danton Yanma Mabes Polri, Ipda Ondi, karangan bunga itu sudah mulai berdatangan sejak Selasa 2 Mei 2017 sore.

"Sejak sore kemarin. Kalau ditotal hari ini ada 169 kiriman karangan bunga. Tadi pagi nambah lagi 12," katanya.