Sabtu, 30 Mei 2015 - 23:16:55 WIB - Viewer : 22632
Bank NOBU akan Masuk Bisnis Wealth Management
istimewa
AMPERA.CO, Jakarta - PT Bank Nationalnobu Tbk (NOBU), bank milik taipan Mochtar Riady berusaha meningkatkan komposisi dana murah atau current account saving account (CASA) dalam Dana Pihak Ketiga (DPK) pada tahun ini mencapai 40%. Menurut direksi, untuk mencapai target tersebut perseroan akan meluncurkan produk wealth management.
Suhaimin Djohan, Presiden Direktur Bank Nationalbu mengatakan, pihaknya saat ini sedang menunggu izin dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) untuk pengembangan produk tersebut. “Dalam Rencana Bisnis Bank (RBB) kita ajukan dikuartal tiga izinnya sudah keluat, jadi harapannya di kuartal empat sudah mulai berjalan,” kata Suhaimin.
Nantinya perseroan akan memasarkan produk reksa dana dan asuransi jiwa untuk meningkatkan komposisi tabungan agar bertumbuh. Perseroan sudah menjalin strategi patner dengan dua perusahaan asuransi lokal.
“Kedepannya, nasabah yang ingin membuka tabungan sudah tercover dengan asuransi jiwanya, untuk rangenya sendiri bisa dimulai dari Rp 500 ribu sampai dengan tingkat medium yang mencapai Rp 3 juta” jelas dia.
Disisi lain, komposisi dana murah yang lebih tinggi daripada deposito dapat menekan biaya dana atau cost of fund. Sepanjang kuartal I 2015 pertumbuhan DPK perseroan tumbuh 38,4% menjadi Rp 4,63 miliar dibandingkan periode yang sama ditahun sebelumnya sebesar Rp 3,349 miliar.
Pertumbuhan deposito dikuartal I jauh lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan dana murah yang lain yang menyebabkan cost of fund perseroan juga mengalami kenaikan. Kedepannya perseroan akan mengatur kompisisi dana murah yang dimotori oleh tabungan dan giro agar bisa tumbuh secara berimbang.
“Biasanya deposito akan lari lebih kencang dibandingkan danamurah, pada kuartal II ini kami akan lebih berimbang dengan me-refreshing dana murah dan memberikan bunga yang kompetitif ,” tambah dia.
Suhaimin menambahkan kenaikan cost of fund juga membuat Biaya Operasional Pendapatan Operasional ( BOPO) perseroan meningkat menjadi 96,67% dibandingkan kurtal I di tahun sebelumnya sebesar 96,61. Net Interest Margin (NIM) perseroan juga tergerus menjadi 3,08
dibandingkan posisi kuartal I 2014 sebesar 3,96. “Pada kuartal II ini cost of fund sudah mulai membaik sekitar 50 base point, diharapkan hingga akhir tahun NIM bisa di kisaran 3,9%-4%,” tambah dia.
Sepanjang kuartal I posisi Loan to Deposit Ratio (LDR) perseroan masih berada di posisi 54%-55%. Pada kuartal II ini perseroan akan lebih fokus untuk intermediasi dan penyaluran kredit lebih cepat dibandingkan pertumbuhan DPK. “Harapannya posisi LDR di kuartal II mencapai 65%-70%,” kata dia.
Pada kuartal I perseroan sudah menyalurkan kredit sebesar Rp 2,5 triliun, sepanjang tahun ini perseroan menargetkan dapat menyalurkan kredit mencapai Rp 3,5 triliun dengan fokus menyasar segmen Usaha Kecil dan Menengah (UKM) seperti sektor perdagangan dan manufaktur. “Tahun ini 30% dari total portofolio yang ada, penyaluran kredit difokuskan ke UKM, 3% konsumer dan sisanya non UKM,” tambahnya.
Selain fokus meningkatkan penyaluran kredit, perseroan akan meningkatkan pendapatan bunga dan menargetkan dapat menghimpun laba bersih sebesar Rp 26 miliar hingga akhir tahun.
Kedepannya, perseroan akan mengembangkan digital banking yang saat ini masih berplatform e-money menjadi e-wallet. Dalam waktu dekat perseroan juga akan meluncurkan mobile banking. Dalam RBB perseroan di tahun ini juga mengajukan untuk masuk dalam progam laku Pandai. “Kami sedang menunggu izin dari regulator,” tambah dia
Feri Yuliansyah



