Minggu, 23 Nov 2025 - 11:26:00 WIB - Viewer : 1916

Beginilah Praktik Ekonomi Serakah Pengusaha Besar Hancurkan Pemain Kecil di Sektor Pangan

Ed : Feri Yuliansyah

IST

AMPERA.CO, Jakarta - Menteri Pertanian sekaligus Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas), Andi Amran Sulaiman secara terang-terangan membongkar strategi para pengusaha pelaku disektor pangan menghancurkan pengusaha kecil yang memiliki penggilingan beras kecil hingga mati karena tidak mendapatkan rantai pasok pangan,terutama gabah dan beras.

Menurut Amran, pola tersebut sudah berlangsung lama namun baru hari ini pemerintah mulai membongkarnya karena Presiden Prabowo menaruh perhatian besar pada keadilan ekonomi.

“Ini (praktek ekonomi serakah-red) adalah sudah lama. Sudah lama yang tumbuh di Indonesia. Tetapi mungkin baru saatnya hari ini, Kita membongkar dan berpihak pada rakyat kecil” ujar amran seperti dikutip oleh AMPERA.CO, dari poscast Akbar Faisal Uncensored, minggu (23/11)

Amran menjelaskan bahwa para konglomerat besar dalam bisnis pangan telah memanfaatkan celah untuk menguasai pasar dan menikmati keuntungan yang seharusnya untuk rakyat kecil.

Dijelaskan amran, pemain besar dalam industri pangan sengaja merugikan pabrik penggilingan kecil dengan cara membeli Gabah Kering Panen (GKP) sedikit lebih mahal dari harga pasaran.

“Seluruh Indonesia, Gabah Kering Panen (GKP) kita hanya 65 juta ton dalam satu tahun. Gak lebih dari ini, sementara kapasitas produksi seluruh penggilingan kecil yang jumlahnya sekitar 161 ribu unit adalah 116 juta ton gabah” jelas amran.

Amran menjelaskan, dari 65 juta GKP ini aja tidak mencukupi rantai pasok untuk kelompok kecil yang kapasitas produksinya yang mencapai 116 ton. Kemudian masuklah pengusaha besar ke sektor beras ini yang mengambil sebagian besar rantai pasok GKP dengan membeli gabah kering dari petani dengan harga lebih tinggi dari penggilingan kecil.  

“Para pemain besar sengaja membeli Gabah Kering Panen (GKP) sedikit di atas harga pasar, bukan untuk membantu petani, tetapi untuk menyapu habis semua pasokan sehingga penggilingan kecil tidak memiliki ruang bertahan” jelas mentan.

Menurutnya praktik Ekonomi Serakah (Serakahnomics) di sektor pangan membuat ribuan penggilingan kecil mati perlahan karena tidak bisa mengakses bahan baku.

Mentan Amran bahkan membuka temuan mengejutkan terkait manipulasi kualitas beras premium yang beredar di pasaran, salah satu indikator serakahnomics yang ada di praktik perberasan. Ia menyebut ada produk beras bermerek yang mengaku premium, tapi setelah diuji ternyata memiliki tingkat patahan (menir) hingga 59 persen, jauh dari standar maksimum 14 persen untuk kualitas premium.

“Pecahannya 59 persen. Artinya beras menir untuk makanan ayam, tapi dikemas bahwa ini adalah premium,” ujar Mentan Amran. 

Manipulasi tersebut dipandang sebagai contoh nyata praktik ekonomi seraka (Serakahnomics), mengambil keuntungan semaksimal mungkin dengan menipu konsumen dan merusak pasar.

Mentan Amran juga menyinggung bahwa pelaku besar menikmati manfaat dari skema yang sejatinya ditujukan untuk rakyat kecil, termasuk subsidi tertentu di sektor pangan. Ia menilai sistem pangan nasional perlu dibenahi total agar kelompok kecil tidak terus menjadi korban.

“Negara hari ini perlu berpihak kepada yang selama ini dirugikan. Sistemnya harus dibenahi menyeluruh agar petani, penggilingan kecil, dan konsumen tidak lagi dikorbankan.” Jelas amran.

Simak Video Terkait di Bawah Ini :