Jumat, 08 Mar 2019 - 17:26:00 WIB - Viewer : 700

Belum Digaji, Honor : Anak Istri Kami Mau Makan

rep : AT.Putra/Ed:Feri

AMPERA.CO, Palembang - Janji Pemerintah Kota (Pemkot) Palembang untuk mengeluarkan gaji tenaga honor yang belum dibayar sejak bulan Januari 2019, belum terealisasi menyeluruh. 

Buktinya sampai hari ini, Jumat (8/3) masih ada tenaga honorer dilingkungan sekretariat daerah (Setda) Palembang, kecamatan yang belum menerima gaji dengan besaran Rp 2 juta setiap bulannya.

Padahal, banyak honor yang menggantungkan hidup untuk menafkahi anak istri dari gaji tersebut .

"Biasanya kami terima gaji setiap tanggal 20 an. Gaji kami belum dibayar sejak Januari, Februari. Apalagi Maret, belum. Kami ini punya anak istri, tolong gaji kami keluarkan, anak istri mau makan dirumah, mau mengadu pada siapa lagi kami, pak," kata salah seorang Honorer yang ada di Setda Palembang, yang tidak mau namanya disebutkan, saat dibincangi Jumat (8/3).

Sambil menahan tangisnya, honorer yang sudah mengabdi di Pemkot Palembang sejak tahun 2011 ini mengaku, ia harus dikejar-kejar oleh leasing hingga, pemilik warung Tegal (warteg) akibat selalu berhutang saat makan.

"Untuk menutupi kebutuhan sehari-hari saja kami tak mampu. Saya tidak ada kerjaan lain selain menunggu gaji honor ini. Kami mohon kepada pak Walikota untuk mencairkan gaji kami," katanya.

Menyikapi itu, Ketua DPRD Palembang Darmawan, mengatakan, ia baru mengetahui persoalan gaji honorer yang belum dibayarkan dari media. Ia berjanji akan mempertanyakan hal itu kepada Sekda dan kepala BPKAD Palembang, bahkan Walikota.

"Saya baru tau dari media, Saya sangat menyesalkan hal itu bisa terjadi. Miris, tentu sangat prihatin, bagaimana honorer yang sudah berkeluarga untuk menghidupi keluarga. Saya akan segera mengkonfirmasi pada Walikota Palembang," katanya.

Menurut anggota dewan dua periode ini, hal itu tidak sejalan dengan peningkatan pendapatan asli daerah (PAD) Palembang yang meningkat.

Selain itu, kata ketua TKD Jokowi-Maaruf ini, anggaran untuk tenaga honorer cukup dan sudah dianggarkan untuk APBD 2019.

"Apa persoalannya akan kami tanyakan, karena PAD kita naik dan sudah memenuhi semua soal gaji honor. Kami minta Pemkot Palembang jangan hanya diam melihat keadaan ini, kalau bisa dicairkan segera, mengapa harus menunggu lebih lama," katanya.

Sementara itu, saat dikonfirmasi, melalui sambungan telepon selular, kepala BPKAD Palembang, Hoyin Rizmu, nomor teleponnya 081178xxxx sedang dialihkan.

    TAGS   :

Komentar Berita