Senin, 27 Des 2021 - 23:41:00 WIB - Viewer : 6056
BMKG : Cuaca Ekstrim Akan Berlangsung Hingga 2 Januari 2022
AMPERA.CO, Palembang - Kepala Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Sumsel Wandayantolis, mengatakan, cuaca ekstrim di wilayah Metropolis akan berlangsung hingga 2 Januari 2022.
Hal itu diungkapkannya, saat melakukan rapat koordinasi dengan Wakil Walikota Palembang, bersama pihak terkait lainnya, di ruang rapat Bappeda Litbang Palembang, Senin (27/12/2021).
"Diperkirakan peluang curah hujan ekstrim diatas 50 mm perhari, akan berlangsung hingga 2 Januari 2022. Ini akan berdampak signifikan jika saat hujan ekstrim terjadinya pasang di laut sehingga menyebabkan tinggi muka sungai meningkat sehingga berdampak munculnya genangan," katanya.
Dikatakan Dayan, bahwa kondisi curah hujan yang terjadi pada 25 Desember lalu merupakan curah hujan tertinggi dalam 31 tahun terakhir.
"Jadi memang curah hujan 25 Desember kemarin memecahkan rekor baru hujan ekstrim yang pernah terjadi untuk seri bulan Desember," katanya.
Dijelaskannya, untuk series keseluruhan dari bulan Januari hingga Desember tahun 2021, tanggal 25 Desember lalu merupakan series ranking ketiga tertinggi dari semua catatan hujan yang ada di Sumatera Selatan dalam 31 tahun terakhir.
Menurutnya, bahwa terdapat beberapa pemicu yang mengakibatkan tingginya curah hujan, yang pertama yakni Lanina yang mendukung peningkatan curah hujan, kemudian adanya belokan angin yang memicu penumpukan masa udara yang membentuk awan hujan sehingga mengakibatkan potensi hujan yang tinggi.
"Sebagaimana rilis dari kolega kami di SMB II, hingga tanggal 2 Januari potensi tersebut masih cukup tinggi dan perubahan tetap terjadi. Sebagaimana disampaikan tadi, tanggal 30 Desember dan tanggal 1 Januari 2022 itu, peluang hujan ekstrim sangat tinggi," imbuhnya.
Sementara itu, Wakil Walikota Palembang, Fitrianti Agustinda, mengatakan, melalui koordinasi langsung bersama pihak BMKG Sumatera Selatan serta pihak Balai Sungai, Pemerintah kota Palembang harapkan informasi yang didapat terkait kondisi cuaca di kota Palembang dapat lebih update untuk di sebarluaskan kepada masyarakat.
"Seperti yang kita ketahui, tanggal 25 Desember waktu itu, musibah banjir yang dialami warga memang diakibatkan karena cuaca yang cukup ekstrim dan hujan yang cukup deras serta sungai musi yang sedang pasang," katanya.
Menurut Wakil Walikota Palembang dua periode tersebut, bahwa kehadiran BMKG merupakan suatu hal yang sangat penting untuk menginformasikan terkait prediksi-prediksi cuaca.
"Jadi nantinya kawan-kawan dari Dinas PUPR, Perkimtan, dan sebagainya bisa mengantisipasi kondisi saat ini," ujarnya.
Masih dikatakan Fitri, bahwa saat ini juga terdapat kurang lebih 200 titik sumbatan-sumbatan yang ada di kota Pelembang yang diakibatkan dari pendirian bangunan di atas saluran serta adanya sungai yang mengecil.
"Ini juga penting sekali untuk kita petakan nanti terkait bagaimana penanganan banjir ke depan, jangka pendek ataupun jangka panjang harus kita perhitungkan sama sama," pungkasnya.



