Jumat, 26 Mei 2017 - 14:30:00 WIB - Viewer : 3672

Dewan Minta Stop Aktivitas Angkutan Batubara

Ampera.co

AMPERA.CO, Palembang - Peristiwa kapal tongkang pengangkut batubara yang menabrak tiang Jembatan Ampera, Rabu (17/5) lalu, disesalkan banyak pihak. Termasuk wakil rakyat yang duduk di Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Palembang.

Ketua Komisi II DPRD Palembang, Candra Darmawan mengatakan, dengan adanya insiden kecelakaan itu, pihaknya meminta agar Pemerintah Kota (Pemkot) Palembang melalui dinas terkait, untuk menghentikan sementara semua aktivitas angkutan batubara di perairan Sungai Musi.

"Tentu sangat kita sayangkan insiden kecelakaan itu terjadi. Apalagi, Jembatan Ampera merupakan icon kebanggaan masyarakat Palembang, kami minta dan rekomendasikan agar semua aktivitas angkutan batubara di stop,"katanya, usai melakukan rapat dengan Dinas Perhubungan (Dishub) Palembang, PT Pelindo, dan perwakilan perusahaan pemilik batubara, Jumat (26/5).

Ketua DPC PBB Palembang ini menilai, banyak dampak negatif jika tiang Jembatan Ampera mengalami kerusakan. Oleh karena itu, ia meminta juga agar Pemkot Palembang melakukan evaluasi secara menyeluruh atas insiden tersebut.

"Bisa dibayangkan, jika Jembatan Ampera ini roboh. Berapa besar kerugian materi dan berapa banyak yang akan menjadi korban. Evaluasi harus dilakukan. Jangan sampai ada korban,"ujarnya.

Selain itu, sambung pria yang juga menjabat sebagai ketua Fraksi Hanura Amanat Bulan Bintang (Habb) ini, pemasukan yang didapat Pemkot Palembang untuk Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari retribusi atau pajak angkutan di perairan Sungai Musi tidak sesuai.

"Jadi hasil evaluasi Komisi II. Akan kami sampaikan sebagai rekomendasi kepada Pemkot Palembang, untuk dilakukan pemeriksaan secara intensif dan evaluasi secara menyeluruh, terkait kerusakan yang terjadi,"katanya.

Ditambahkannya, investigasi dan evaluasi harus dilakukan. Guna mengetahui penyebab terjadi penambarakan tersebut, apakah karena kelebihan tonase atau kelalaian dari pemandu.

"Apakah aturan yang sudah ada sudah dijalankan atau tidak. Tentu, itu harus dilakukan investigasi,"katanya.

Diketahui, peristiwa itu terjadi saat tongkang raksasa milik PT Bukit Asam ditarik kapal tunda dari arah Dermaga 35 Ilir menuju Boom Baru, pukul 11.00 WIB. Tiba-tiba, tali penarik putus, di sekitar 500 meter dari Jembatan Ampera.

Akibatnya, tongkang itu hanyut dengan kecepatan tinggi karena arus Sungai Musi cukup deras. Kapal tunda lain berupaya menarik tongkang namun gagal karena keburu hanyut dan melaju kencang menuju jembatan. 

Akhirnya, tongkang teraebut langsung menghantam tiang Jembatan Ampera dengan posisi melintang dan mengenai dua tiang jembatan.

    Simak Berita lainnya seputar topik artikel ini :