Kamis, 16 Agu 2018 - 16:00:00 WIB - Viewer : 2236

Dewan Pertanyakan Dana Pemeliharaan Alat Berat di DLHK Palembang

Tim / Ed : Fery

AMPERA.CO
Komisi III DPRD Palembang, rapat membahas penutupan TPA Sukawinatan bersama DLHK Palembang, Kamis (16/8)

AMPERA.CO, Palembang - Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Palembang mendesak, agar Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Palembang melakukan langkah-langkah inovasi untuk menangani permasalahan sampah di Metropolis.

"Masalah sampah ini memang tanggungjawab kita bersama. Tapi, yang jadi pertanyaan kami, kenapa Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Sukawinatan ditutup dengan alasan alat berat rusak, tentu itu kita pertanyakan," kata, Sekretaris Komisi III DPRD Palembang, Ade Victoria, usai membahas penutupan TPA Sukawinatan bersama DLHK Palembang, Kamis (16/8).

Menurut Politisi Partai Bulan Bintang (PBB) ini, terlalu banyak masalah sampah di Palembang yang tak bisa diatasi oleh DLHK Palembang. Kalau yang menjadi persoalannya, alat berat yang rusak. Tentu seharusnya diperbaiki, karena dana pemeliharaan alat berat DLHK Palembang sebesar Rp 800 juta.

"Bayangkan untuk 5 alat berat, meliputi eskapator dan dozer. Biaya pemeliharaannya sampai Rp 800 juta. Tapi, yang kami ketahui dari keterangan Faiza (kepala DLHK Palembang), yang beroperasi hanya dua. Artinya Rp 800 juta itu hanya untuk pemeliharaan dua alat berat. Tentu itu angka yang cukup tinggi," katanya.

Untuk memberikan kejelasan penggunaan dana APBD Palembang terkait pemeliharaan alat berat tersebut, pihaknya akan mendesak DLHK Palembang menjelaskannya secara rinci, saat rapat lanjutan nanti.

"Tentu harus jelas dong. Itu kan uang rakyat, kami sudah mengiyakan untuk membuang sampah ke TPA Karya Jaya, asalkan Palembang bersih. Masalah efisiensi, berdasarkan keterangan Kepala DLHK Palembang, antri untuk masuk ke TPA Sukawinatan 3-4 jam. Jadi menjadi terhambat, itu alasan mereka, kami minta juga DLHK Palembang untuk berinovasi," katanya.

Sementara itu, Ketua Komisi III DPRD Palembang, Ali Syaban mengatakan, silahkan angkutan sampah dibuang ke TPA Karya Jaya. Yang penying sampah tidak menumpuk dimana-mana. Tapi, pengawasan dan kinerja mereka tetap dipantau.

"Kami serius akan awasi kinerja DLHK Palembang ini. Persoalan ini kan baru muncul sekarang. Padahal, dana pemiliharaan alat berat itu kan ada," katanya.

Terpisah, Kepala DLHK Palembang Faizal AR mengatakan, penutupan TPA Sukawinatan, sudah di selesaikan. Terkait surat rekomendasi Komisi III DPRD Palembang yang meminta untuk segera di buka TPA Sukawinatan sudah ditarik.

"Soal rekomendasi pembukaan TPA Sukawinatan sudah clear. Tidak ada masalah, dewan setuju sampah diangkut ke TPA Karya Jaya. Menurutnya usulan dana DLHK Palembang sebesar Rp 60 miliar lebih. Tapi yang di acc hanya Rp 30 miliar. Kami kekurangan dana," katanya berkilah.

    TAGS   :

Komentar Berita