Minggu, 10 Mei 2015 - 21:51:38 WIB - Viewer : 7908

Diduga Begal, Sejumlah ABG Nyaris Dimassa Ratusan Warga

AMPERA.CO
Diamankan - Sejumlah ABG saat diamankan warga dan anggota Den Intel Kodam II Sriewijaya di lokasi kejadian, Minggu (10/5).

AMPERA.CO, Palembang - Komplotan Anak Baru Gede (ABG) yang diduga begal nyaris menjadi bulan-bulanan ratusan warga, di Jalan Lebung Siarang, Kelurahan Sukajaya, Kecamatan Sukarami palembang, Minggu (10/5) dini hari.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, komplotan yang terdiri dari delapan ABG dengan status masih pelajar diantaranya terdapat seorang perempuan yakni dengan inisial TA (16), sedangkan ketujuh rekannya yakni berinisial JAP, MB, RV, MS, IYU, RH dan MR yang masih berusia sekitar 17 tahun.

Menurut pengakuan saksi mata Purwani (49) mengatakan, awalnya ia mendengar ada orang yang menjerit dari luar rumahnya. Setelah dicek ternyata ada puluhan orang yang mengunakan senjata tajam (Sajam) saling kejar.

"Saya dengar dari rumah saya ada orang yang menjerit dari kejauhan, setelah saya lihat ada lebih kurang 20 orang ada yang mengunakan motor dan ada juga yang berlari bekejaran, salah satu orang tersebut mendekati saya dan mengejar saya dengan pedang panjang," jelasnya saat ditemui di lokasi kejadian.

Masih dikatakannya, hingga akhirnya didapat lima orang kawanan yang diduga begal itu, lalu bersama warga yang lainnya juga sebanyak tiga orang telah diamankan pihak anggota Den Intel Kodam II Sriwijaya, yang berda di lokasi saat melintas.

Sementara itu, Danden Intel Kodam II Sriwijaya Lebong Siarang Letkol Inf M Tohir, mengatakan aksi mereka diduga kawanan begal hendak melakukan aksinya, beberapa orang telah tertangkap oleh massa warga sekitar, akhirnya diamankan di Markas Den Intel Kodam II Sriwijaya agar kawanan yang diduga begal ini tidak menjadi korban amukan massa.

"Mereka semua langsung diserahkan ke Mapolsek Sukarami guna diperiksa lebih lanjut. Kita membantu pihak kepolisian dalam mengamankan beberapa orang yang diduga begal ini, mereka hampir di massa oleh ratusan massa yang sudah kesal," tuturnya. (AM9)