Rabu, 20 Apr 2016 - 22:01:00 WIB - Viewer : 4608

Dinkes Palembang Berang, Dinkes Provinsi Sumsel Bicara Tanpa Data

Alam

Anton Suwindro

AMPERA.CO, PALEMBANG - Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Palembang, langsung menangapi data yang disampaikan oleh Dinkes Provinsi Sumsel yang menyatakan Palembang sebagai kota tertinggi kasus Demam Berdarah (DBD).

Kepala Dinkes Palembang, dr Anton Suwindro, mengatakan, pihaknya menyayangkan ada pernyataan dari dinkes Sumsel di media yang mengatakan Palembang salah satu kota tertinggi terkena kasus DBD.

Padahal menurut data berdasarkan insiden rate per 100.000 penduduk sampai Maret 2016 Palembang ada di posisi 10 data DBD se Sumsel atau 24,50. Angka tersebut terendah dari angka nasional 51 kasus per 100.000 penduduk.

"Kita jangan melihat jumlah kasusnya. Tapi harus menggunakan rumus yang benar dalam menghitung jumlah kabupaten kota terbanyak terkena DBD," katanya, Rabu (20/4).

Ia sangat menyayangkan, pernyataan Kepala Dinkes Sumsel yang bicara ke media tanpa menggunakan data yang kongkrit dan terkesan memojokkan Dinkes Palembang.

"Tentu sangat kami sesalkan, mengapa hal itu bisa terjadi,"katanya.

Menurutnya, rumus yang digunakan untuk menghitung jumlah penderita DBD, yakni jumlah kasus dibagi jumlah penduduk dikali 100.000 penduduk. Hingga saat ini jumlah penderita DBD di Palembang mencapai 363 kasus dari total penduduk 1.481.814 orang. Hasilnya hanya sebesar 24,50 atau jauh dibawah angka nasional.

"Kita jangan sembarang berkomentar. Harus sesuai fakta dong,"katanya kesal.

Sebelumnya, Kepala Dinkes Sumsel, Lesty Nuraini, mengatakan Palembang salah satu kabupaten kota tertinggi penderita DBD bersama Banyuasin.

Feri

Komentar Berita