Sabtu, 23 Agu 2025 - 22:48:00 WIB - Viewer : 3244
Dosen Universitas Sriwijaya Memberikan Pelatihan Media Inovatif di SD Negeri 204 Palembang
// Untuk Tingkatkan Pemahaman Guru akan Konsep Pecahan
IST
AMPERA.CO, Palembang - Tim dosen dan mahasiswa dari Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Sriwijaya, yang berasal dari Program Studi Pendidikan Matematika dan Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar melaksanakan kegiatan pengabdian kepada masyarakat bertajuk “Pelatihan Media Built-in Definition Fraction bagi Guru SDN 204 Palembang untuk Meningkatkan Pemahaman Konseptual dan Prosedural Siswa pada Materi Pecahan”. Kegiatan ini merupakan bagian dari kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang didanai oleh Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (DPPM) Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi Tahun 2025.
Kegiatan pengabdian ini dipimpin oleh Dr. Darmawijoyo, M.Si., selaku ketua pelaksana, dengan anggota Septy Sari Yukans, M.Sc., Nabilah Mansur, M.Pd., dan Dea Alvionita Azka, M.Sc. Dua mahasiswa, Sintia Andita (S2 Pendidikan Matematika) dan Ennja Carolin (S1 Pendidikan Matematika), juga turut serta mendukung jalannya kegiatan.
Pelatihan yang berlangsung pada 23 Agustus 2025 ini merupakan tindak lanjut dari sosialisasi yang telah digelar sebelumnya pada 11 Agustus 2025. Sebelumnya dalam kegiatan sosialisasi, tim pengabdian melakukan penyamaan persepsi dengan guru terkait pembelajaran pecahan. Dari hasil angket yang diberikan dan diskusi dengan guru serta kepala sekolah, sebagian besar guru menyatakan bahwa siswa sudah memahami pecahan melalui contoh dalam kehidupan nyata, namun banyak pula guru yang mengaku bahwa istilah teknis seperti pembilang dan penyebut, operasi penjumlahan dan perkalian pecahan masih menjadi kesulitan yang berarti bagi siswa. Hal tersebut menunjukkan bahwa terdapat kesenjangan antara pemahaman akan makna pecahan dalam kehidupan sehari-hari dengan bagaimana memahami konsep pecahan secara matematis.
Mengatasi hal tersebut, tim pengabdian memberikan solusi dengan memberikan pengalaman bagi guru tentang bagaimana menyelenggarakan kegiatan pembelajaran pada materi pecahan yang menekankan pada aktivitas eksploratif dan pemahaman konsep menggunakan sebuah media pembelajaran. Media ini diharapkan dapat menjadi jembatan antara situasi nyata dan matematika formal yang dapat digunakan guru dan siswa dalam pembelajaran matematika materi pecahan.

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk menyegarkan kembali pemahaman guru akan konsep pecahan, serta meningkatkan kompetensi guru dalam menciptakan kegiatan pembelajaran yang bermakna, berkesadaran, dan menyenangkan bagi siswa melalui aktivitas eksplorasi dan pemahaman konsep. Guru dibekali dengan Lembar Kerja Siswa (LKS) dan media pembelajaran Built-in Definition Fraction sebagai inovasi teknologi dalam kegiatan pengabdian ini. Harapannya, guru mampu memahami konsep dasar pecahan secara mendalam, sehingga nanti dapat mengimplementasikan kembali tahapan pembelajaran yang dilatihkan menggunakan LKS dan media pembelajaran yang diberikan.
Dalam sambutannya, Dr. Darmawijoyo menyampaikan bahwa selama ini siswa sebenarnya telah memiliki bahasa sendiri yang menandakan bahwa mereka memahami makna pecahan, namun sering mengalami kesulitan dalam memahami simbol-simbol maupun bahasa matematika. Sejatinya, belajar matematika sebaiknya dimulai dari sesuatu yang sudah diketahui. Selain itu, siswa cenderung hanya menghafal istilah pembilang dan penyebut tanpa sepenuhnya memahami maknanya. Melalui media ini, kami ingin membantu guru agar lebih mudah membawa siswa menuju pemahaman yang utuh, mulai dari pengalaman konkret hingga ke istilah dan simbol yang lebih abstrak.
Penggunaan media pembelajaran dalam matematika menjadi sangat penting karena berfungsi sebagai jembatan antara pengalaman sehari-hari dengan representasi simbolik yang abstrak. Dengan alat peraga, konsep pecahan yang sering ditemui siswa dalam kehidupan nyata, seperti membagi kue atau minuman, dapat dihubungkan dengan simbol formal berupa bilangan pecahan. Proses ini membuat siswa lebih mudah memahami bahwa pecahan bukan sekadar angka yang dihafal, melainkan representasi dari suatu makna.
Kegiatan pelatihan ini dihadiri oleh 34 orang guru SD Negeri 204 Palembang dan 8 orang guru dari sekolah dasar negeri lainnya di lingkungan sekolah tersebut dengan antusias. Kepala SD Negeri 204 Palembang, Mgs. Ali Khameni, S.Pd.Gr., M.Pd., menyampaikan apresiasinya atas terselenggaranya kegiatan ini, “Kami sangat berterima kasih kepada tim dari Universitas Sriwijaya. Pelatihan ini sangat bermanfaat karena guru tidak hanya diberi teori, tetapi juga diajak praktik langsung menggunakan media pembelajaran yang aplikatif. Kami yakin dengan media ini, pemahaman siswa pada materi pecahan akan semakin meningkat,” ujarnya.
Melalui kegiatan ini, Universitas Sriwijaya kembali menegaskan komitmennya dalam mendukung peningkatan kualitas pendidikan dasar. Dengan inovasi pembelajaran yang terus dikembangkan, diharapkan tantangan pembelajaran matematika, khususnya pada materi pecahan yang kerap menjadi kesulitan siswa, dapat diatasi secara lebih efektif.



