Rabu, 06 Okt 2021 - 17:33:00 WIB - Viewer : 2404
Fatma dan Doni Desak DHD Kembalikan Modal
AMPERA.CO, Palembang - Malang tak dapat di tolak, mujur tak dapat di raih. Mungkin pepatah itu pantas disematkan bagi ribuan mitra, Koperasi Darsa Harka Darussalam (DHD) Farm Indonesia, yang ditipu oleh koperasi yang bergerak di bidang usaha budidaya ikan lele.
Hari ini, Rabu (6/10/2021), puluhan mitra yang merasa ditipu oleh manajemen DHD Farm Indonesia, kembali mendatangi kantor yang beralamat, di Jalan Residen H Amaluddin, Kelurahan Sukamaju, Kecamatan Sako, Kota Palembang.
Mitra tersebut menuntut dan mendesak, agar manajemen DHD Farm Indonesia segera mengembalikan modal mereka.
Misalnya, Fatma (39), warga Desa Betung, Kecamatan Abab, Kabupaten Pali, mengatakan, ia menginvestasikan modal sebesar Rp 74 juta, untuk 7 kolam, dengan nilai investasi 5 kolam untuk harga Rp 10 juta dan 2 kolam untuk harga Rp 12 juta.
"Jadi saya ikut bergabung bersama DHD Maret 2021 lalu, dimana saya dijanjikan akan mendapatkan keuntungan 8 persen per 40 hari dari setiap kolam. Tapi ternyata saya ditipu, karena sampai sekarang saya baru menerima 2 kali, dengan total Rp 14 juta," kata Fatma, Rabu (6/10/2021).
Perempuan yang berprofesi sebagai petani ini mengaku, untuk ikut serta dalam koperasi DHD Farm Indonesia tersebut, ia sengaja menjual kebun.
"Saya minta kembalikan sisa investasi saya. Potong saja yang sudah saya terima, jadi tinggal Rp 60 juta lagi. Karena nilai investasi saya adalah Rp 74 juta, jika tidak, maka kami korban DHD tidak segan-segan untuk membawa kasus ini ke polisi," ujarnya.
Hal serupa diungkapkan, mitra lainnya, Doni, ia mengaku, bergabung menjadi mitra pada Agustus 2020 lalu menanamkan modal sebesar Rp 150 juta dengan 10 titik kolam, di Pangkalan Balai, Banyuasin, dan 5 titik kolam di Saka Tiga, Ogan Ilir, dengan keuntungan yang dijanjikan sebesar 8 persen dari nilai investasi.
"Dari sepuluh kolam lele yang di Pangkalan Balai, baru 6 kali menerima keuntungan yang ketujuh mulai macet pembayarannya, kalau 5 kolam di Saka Tiga baru 5 kali menerima yang, keenam macet,"keluh Doni.
Doni mengaku, pembayaran mulai macet akhir Juni 2021 lalu. Untuk pembayaran hasil yang akan ia terima seharusnya tanggal 5 Juni dan tanggal 25 Juli. Saat ditanya ke admin alasan masih akan audit keuangan internal dulu, setelah selesai audit keuangan internal akan audit keuangan eksternal.
"Kalau dilihat saya pesimis uang saya akan kembali. Saya hanya minta kepada pihak koperasi DHD untuk kembalikan saja sisa modal yang sudah saya tanamkan itu saja, berapa hasil yang sudah saya terima di potong saja," pungkasnya.
Berdasarkan informasi, jumlah mitra DHD Farm Indonesia mencapai 11 ribu dengan jumlah kolam mencapai 30 ribu yang tersebar di 23 kabupaten/kota.
Untuk menjadi mitra para calon harus menyetor uang investasi Rp 10 juta dan Rp 12 juta baik secara cash maupun transfer.



