Kamis, 15 Sep 2016 - 12:40:00 WIB - Viewer : 7772

Ganggu Pengerjaan LRT, 10 JPO Dibongkar

AT. Putra

AMPERA.CO, PALEMBANG - Jembatan Penyerangan Orang (JPO) di area pembangunan Light Rail Transit (LRT) dipastikan siap dibongkar oleh pihak Waskita Karya paling lambat minggu depan. Hal ini diungkapkan Kepala Lapangan General Proyek LRT wilayah Sumsel, Bambang, usai pertemuan dengan Komisi III DPRD Kota Palembang, Rabu (14/9).

Bambang mengatakan, pengerjaan kegiatan pembangunan memang sudah sampai tahap rencana pembongkaran JPO. Karena 10 JPO yang ada saat ini jadi penghalang pemasangan Girder LRT. 

"Selain cukup menghambat pemasangan Girder, JPO juga terkena lintasan LRT. Dalam waktu dekat, paling tidak minggu ini atau minggu depan JPO akan kita bongkar,"katanya.

Sambungnya, saat ini progress pengerjaan LRT sudah lebih dari 20 persen. Untuk mencapai target, pihaknya akan mengebut pengerjaan hingga Juni 2018. Salah satu progress saat ini di beberapa titik pemasangan Girder masih dilakukan. Sehingga di titik yang terdapat JPO, mesti segera dihilangkan. 

"Dari jumlah itu nantinya jika milik pemerintah maka akan kita ganti, tapi kita tidak bisa menyebut nilainya,"katanya seraya menagatakan, 10 JPO akan digantikan dengan stasiun LRT yang berfungsi sebagai JPO.  

Terpisah, Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Palembang Sulaiman Amin mengatakan, stasiun LRT difungsikan sebagai JPO menjadi kesepakatan pihak pemerintah dengan Waskita. Selain itu, di wilayah yang jauh dari stasiun, akan dibuat traffic light khusus penyeberangan pejalan kaki. 

"Ya, dalam waktu dekat Waskita akan membongkar 10 JPO itu. Sementara JPO dibongkar, masyarakat bisa menyeberang lewat bawah. Nanti kita akan minta petugas Waskita untuk mengatur pejalan kaki itu,"ujarnya.

Sementara itu, Anggota Komisi III DPRD Kota Palembang, Aidil Adhari mengatakan, Waskita sudah melaporkan terkait pembongkaran JPO, lampu jalan, atau taman kota akan diperbaiki atau diganti ke pihaknya. 

Namun untuk lebih jelas, pihaknya meminta Waskita untuk menyerahkan desain secara utuh pembangunan LRT. Sehingga pihaknya bisa melihat keseluruhan kegiatan termasuk lampu jalan, taman atau JPO yang terkena imbasnya. 

"Untuk kendalanya sendiri dari Waskita, dalam pembangunan ini terbentur dengan adanya Sutet (Saluran Udaran Tetangan Extra Tinggi), kemungkinan nantinya Sutet akan ditinggikan,"katanya.

Terkait JPO, Aidil menambahkan, alternatif dibongkarnya JPO yakni bergabungnya jembatan dengan stasiun di 16 titik dari bandara - Jakabaring

"Kita harap masyarakat dapat bersabar, karena pembangunan LRT ini untuk kenyamanan kita bersama nantinya,"pungkasnya.