Kamis, 06 Nov 2025 - 13:27:00 WIB - Viewer : 4120

Guru Matematika SMP Palembang Ikuti Pelatihan Penerapan Pembelajaran Berbasis Etnomatematika

// Sebagai Upaya Meningkatkan Kemampuan Pemahaman Konsep Matematika dengan Kearifan Lokal

Redaksi AMPERA.CO

Foto bersama Tim Pengabdian Kepada Masyarakat dan Para Guru Peserta PKM

AMPERA.CO, Palembang - Sebanyak 23 guru matematika dari 12 SMP di Kota Palembang mengikuti kegiatan Pelatihan Penerapan Pembelajaran Matematika Berbasis Etnomatematika Sebagai Upaya Meningkatkan Kemampuan Pemahaman Konsep Matematika dengan Kearifan Lokal yang dilaksanakan pada September - November 2025. Sekolah-sekolah yang terlibat, yakni SMP Negeri 2 Palembang, SMP Negeri 4 Palembang, SMP Negeri 6 Palembang, SMP Negeri 8 Palembang, SMP Negeri 28 Palembang, SMP Negeri 34 Palembang, SMP Negeri 42 Palembang, SMP Negeri 55 Palembang, SMP Negeri 57 Palembang, SMP LTI IGM Palembang, SMP Bina Jaya Palembang, dan SMP Bethesda Palembang.

Kegiatan ini merupakan bagian dari Program Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Universitas Sriwijaya yang berjudul Pelatihan Penerapan Pembelajaran Matematika Berbasis Etnomatematika Sebagai Upaya Meningkatkan Kemampuan Pemahaman Konsep Matematika dengan Kearifan Lokal, yang diketuai oleh Dr. Somakim, M.Pd. dengan anggota tim: Dra. Indaryanti, M.Pd., Novika Sukmaningthias, M.Pd., Novita Sari, M.Pd., Dr. M. Hasbi Ramadhan, M.Si., dan Yovika Sukma, M.Pd.

Kegiatan diawali dengan Pelatihan Pembelajaran Berbasis Etnomatematika di Universitas Sriwijaya. Pada sesi pelatihan ini, Dr. Somakim, M.Pd. menyampaikan materi terkait konsep dan penerapan pembelajaran matematika berbasis etnomatematika. Etnomatematika sendiri merupakan pendekatan pembelajaran yang mengaitkan konsep-konsep matematika dengan budaya dan kearifan lokal masyarakat setempat. Melalui pendekatan ini, siswa dapat memahami bahwa matematika tidak terlepas dari kehidupan sehari-hari, tradisi, dan lingkungan sosial mereka. Pendekatan ini juga membantu menumbuhkan apresiasi terhadap budaya lokal sekaligus meningkatkan pemahaman konsep matematika secara kontekstual dan bermakna

Penyampaian Materi terkait Pembelajaran Matematika Berbasis Etnomatematika

Setelah kegiatan pelatihan, para guru mengembangkan perangkat pembelajaran berbasis etnomatematika yang kemudian diimplementasikan di sekolah masing-masing. Sebagai bentuk tindak lanjut, dilakukan implementasi hasil pengembangan perangkat pembelajaran di SMP Negeri 6 Palembang dengan Ibu Shahnaz, S.Pd., Gr. sebagai guru model. Dalam kegiatan implementasi tersebut, Ibu Shahnaz menerapkan pembelajaran berbasis etnomatematika dengan Jembatan Ampera sebagai konteks lokal untuk materi Teorema Pythagoras. Melalui kegiatan ini, siswa diajak memahami konsep sisi-sisi segitiga dalam konteks nyata, sekaligus mengenal nilai sejarah dan budaya dari ikon Kota Palembang tersebut.

Dari hasil observasi dan analisis, implementasi pembelajaran berbasis etnomatematika ini membantu siswa memahami konsep matematika secara lebih mendalam, karena mereka dapat mengaitkan konsep abstrak dengan objek konkret yang familiar dalam kehidupan sehari-hari. Siswa menunjukkan peningkatan dalam mengidentifikasi, menalar, dan menerapkan konsep Teorema Pythagoras.

Implementasi Pembelajaran Berbasis Etnomatematika

Setelah tahap implementasi, dilakukan evaluasi kegiatan untuk menilai efektivitas perangkat pembelajaran serta dampaknya terhadap peningkatan pemahaman konsep matematika siswa. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa siswa lebih mudah memahami konsep matematika. Hasil evaluasi ini menjadi luaran dari kegiatan pengabdian kepada masyarakat, yang diharapkan dapat memberikan kontribusi nyata bagi pengembangan praktik pembelajaran matematika di sekolah menengah.

Kegiatan pelatihan dan implementasi ini mendapat sambutan positif dari para guru dan siswa. Peserta mengaku bahwa pendekatan berbasis etnomatematika membuat pembelajaran menjadi lebih menarik, mudah dipahami, dan relevan dengan kehidupan sehari-hari. Kegiatan ini diharapkan menjadi langkah awal bagi para guru untuk terus mengembangkan inovasi pembelajaran matematika yang kontekstual dan berbasis kearifan lokal.