Minggu, 31 Mei 2015 - 03:34:40 WIB - Viewer : 8620
Hadapi MEA, Bank Sebaiknya Saling Merger
(Ilustrsi : sharia.co.id)
AMPERA.CO, Jakarta – Menghadapi Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) untuk sektor perbankan yang akan diberlakukan 2020, Perhimpunan Bank-bank Umum Swasta Nasional (Perbanas), menyarankan agar perbankan meningkatkan daya saing melalui skema konsolidasi antar perbankan.
Sigit Pramono, Ketua Perbanas mengatakan, dalam penguatan struktur perbankan, otoritas perlu membuat roadmap yang terdiri dari rencana aksi dan rencana target waktu pencapaian serta konsekuensi bila rencana tersebut tidak tercapai.
Dia mencontohkan, PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) dan PT BNI Tbk (BBNI) merupakan dua bank pemerintah yang sebaiknya dimerger untuk mewujudkan mimpi memiliki bank besar. “BNI dan Mandiri dimerger saja karena sudah cocok,” kata Sigit.
Menurut dia, bank-bank kecil juga harus merger agar mampu bersaing dengan bank-bank besar yang menguasai hampir 70% pangsa pasar yang ada di Indonesia. Konsolidasi perbankan diperlukan agar segala macam bank hidup bersama. “Tiap jenis bank harus diberi hak untuk tetap hidup dan mengarah pada konsolidasi perbankan,” jelas dia.
Lebih lanjut dia mengatakan, jangan mimpi mengabungkan bank swasta jika bank BUMN belum memberikan contoh terlebih dahulu. “Bank swasta itu pemiliknya macam-macam, menggabungkan bank negeri yang pemiliknya satu orang yakni pemerintah saja sangat sulit apa lagi menggabungkan bank swasta,” ucap dia.
Dia menguraikan bahwa dulu kita pernah bermimpi mempunyai dua bank internasional, sekarang kita mempunyai beberapa bank seperti BNI dan Mandiri yang modalnya sudah sebesar Rp 50 triliun.
Namun bank tersebut belum termasuk kategori bank internasional. Untuk meraih mimpi tersebut pilihannya yakni adalah bank yang sudah ada tersebut menjadi bank jangkar digabung dan di merger menjadi bank yang lebih besar.
Kekuatan perekonomian Indonesia berada di peringkat 16 besar dunia, seharusnya memiliki bank dengan peringkat 16 besar pula. "Saat ini bank di Indonesia berada di peringkat 100 lebih, itu suatu yang sangat terlalu. Bahkan jika seluruh bank di Indonesia digabung, belum menjadi bank peringkat 16 besar dunia," ujar dia.
Sebelumnya, BNI menyatakan menolak skema merger dengan Bank Mandiri. Direksi BNI menilai merger tersebut akan menimbulkan banyak kerugian bagi kedua perusahaan tersebut.
Menurut direksi BNI, proses merger yang rumit akan memakan waktu yang lama serta menghabiskan biaya yang tidak sedikit, apalagi jika terkait dengan anak–anak perusahaan yang juga dimiliki oleh pihak asing.
Feri Yuliansyah



