Sabtu, 13 Jun 2015 - 13:35:00 WIB - Viewer : 6680

Harga Kedelai Naik, Pengrajin Tahu Kurangi Produksi Dan Pekerja

Ferwan

Foto: Ferwan
Ilustrasi

AMPERA.CO, Lubuklinggau - Akibat melemahnya nilai tukar rupiah terhadap dolar yang tembus diatas 13 ribu rupiah, turut juga berdampak naiknya harga kedelai dipasaran. Hal ini dikarenakan hampir sebagian besar stok kedelai merupakan kedelai impor.

Imbas dari kenaikan harga kedelai tersebut, sangat memberatkan para pengarjin tahu di kota Lubuklinggau Sumatera Selatan. Hal inipun diakui Munahwaroh, salah seorang pengrajin tahu yang berada di kelurahan Ponorogo kecamatan Lubuklinggau Utara Dua kota Lubuklinggau.

Menurut Munah dengan naiknya harga kedelai yang tembus 7400 perkilonya dimana sebelumnya hanya 7.000 perkilonya,  usaha pembuatan tahu miliknya terpaksa melakukan penurunan produksi, yakni jika sebelumnya usaha pembuatan tahu miliknya setiap hari mampu memproduksi hingga 2 kampil kedelai, namun saat ini hanya bisa 1 kampil saja.

Selain mengurangi produksi, ia juga terpaksa mengurangi tenaga pekerja yang sebelumnya 6 orang kini hanya dua orang saja. Pengrajin kedelai mengharapkan kepada pemerintah agar segera menstabilkan harga kedelai, mengingat dengan naiknya harga kedelai akan berdampak para pengrajin gulung tikar.

BerlianPratama