Rabu, 20 Mei 2015 - 02:30:16 WIB - Viewer : 13516

Hati-Hati ! Deretan Produk Ini Berbahaya Digunakan

Niecko

Photo : AMPERA.CO/Niecko
Stan Pameran Badan POM pada Sumsel Expo 2015

AMPERA.CO, Palembang - Badan Pengawas Obat dan Minuman (BPOM) Palembang terus mengadakan sosialisasi ke masyarakat tentang produk-produk yang berbahaya digunakan. Salah satunya dengan mengikuti pameran di South Sumatera Expo 2015 di Plasa Benteng Kuto Besak (BKB) Palembang.

Dalam pameran tersebut, BPOM Palembang memamerkan berbagai produk yang dilarang digunakan, mulai dari produk kosmetik, obat-obatan dan makanan yang dijual bebas di pasaran.

Beberapa merk produk yang dilarang dikonsumsi oleh BPOM Palembang yaitu krim pemutih muka merk SP, Temulawak Cream, RDL Whitening Treatment, Pond Beauty Care Two Way Cake UV Whitening palsu, Ponds Detox palsu, Tawon Liar Kapsul, Zaitun Nutri Gold, Urat Madu, Jamu Gemuk Serbuk Guna Sehat, Kamrat Jamu, Sari Madu Obat Kuat dan Tahan Lama, Jamu Purba Nyata.

Lalu produk lainnya seperti Salep Kulit Geranium SOHC, Jamu Cipta Rasa Tradisional Sehat Lelaki, Jamu Tradisional Mujizat, Jamu Tradisional Sesak Nafas, Pewarna Kue Liberty, Permen Ikan Sriwijaya, Air Mineral Rofa dan lainnya.

Menurut Indriyati Tubagus,  Kepala BPOM Palembang, dari hasil razia, banyak produk yang dilarang BPOM beredar bebas di pasaran dan digunakan oleh masyarakat luas.

“Banyak yang kita razia, mulai dari makanan, obat-obatan hingga kosmetik. Kita terus mengadakan razia di lapangan dan sosialisasi seperti ini ke masyarakat luas," ungkapnya kepada AMPERA.CO, Selasa (19/5).

Beberapa merk produk yang disita BPOM Palembang dikarenakan karena produk tersebut terkandung zat kimia berbahaya dan haram, produk yang masuk public warning, produk palsu dan tidak terdata di BPOM.

Beberapa alat tes produk berbahaya juga dipamerkan, seperti Test Kit Rodhamin 8 yang biasanya digunakan untuk mengetes makanan gula kapas, Test Kit Methanil Yellow, Test Kit Boraks dan Test Kit Formalin yang dipakai untuk mengetes makanan yang mengandung formalin, boraks dan zat kimia berwarna.

Feri Yuliansyah