Jumat, 28 Nov 2025 - 14:10:00 WIB - Viewer : 2072
Himatek Unitas Palembang Gelar Kuliah Umum K3 Safety Behavior Dimulai Dari Kampus
AMPERA.CO, Palembang - Himpunan Mahasiswa Teknik Kimia (HIMATEK) Universitas Tamansiswa (Unitas) Palembang menggelar Kuliah Umum Keselamatan dan Kesehatan Kerja atau K3, juga Praktikal Tanggap Darurat Kebakaran dengan tema "Safety Behavior Dimulai Dari Kampus: Membangun Budaya K3 Menuju Dunia Industri" di auditorium unitas palembang, Kamis (27/11/2025).
Kuliah umum ini menghadirkan dua narasumber yang kompeten di bidang Keselamatan dan Kesehatan Kerja dari PT Pupuk Sriwijaya (PUSRI), yakni Dian Kartika Damayanti dari Bagian AVP Perizinan dan Pembinaan K3, serta Muhammad Gazi, praktisi K3 yang juga merupakan alumni Universitas Tamansiswa Palembang.
Dalam pemaparannyanya, Dian Kartika Damayanti menekankan pentingnya membangun kesadaran K3 sejak berada di bangku perkuliahan.
"Seiring perkembangan industri yang semakin cepat dan tantangan keselamatan kerja yang semakin kompleks, K3 bukan hanya menjadi tanggung jawab secara normatif, tetapi juga menentukan keselamatan jiwa kita masing-masing," jelasnyanya.
Menurut Dian, K3 bukan sekadar kewajiban administratif melainkan budaya yang harus ditanamkan sejak dini, khususnya untuk mahasiswa sebagai calon tenaga profesional dan pemimpin masa depan.
"Pencegahan dan penanganan kebakaran merupakan salah satu kompetensi dasar yang harus dimiliki. Karena musibah bisa terjadi kapan saja dan kemampuan merespons dengan cepat dapat menentukan keselamatan banyak orang," ujarnya.
Melalui kegiatan ini, Dian berharap peserta dapat mencapai tiga hal penting. Pertama, memahami pentingnya pencegahan dan penanganan bahaya.
Kedua, memiliki keterampilan teknis dalam tindakan tanggap darurat.
Ketiga, yang paling penting adalah menumbuhkan kesadaran dan kepedulian K3 pada diri masing-masing sehingga ketika memasuki dunia profesional akan berguna.
"Budaya K3 harus dibiasakan agar selamat, sehat, dan sejahtera. Membangun budaya K3 sejak di kampus akan membuat kita siap menghadapi dunia industri dengan aman, sehat, dan produktif," pungkas dian.

Sementara itu, Muhammad Gazi yang juga alumni Teknik Kimia Universitas Tamansiswa membagikan pengalaman praktisnya dalam penanganan kebakaran. Dalam materinya, Gazi menjelaskan tentang teori segitiga api yang mencakup tiga unsur pembentuk kebakaran, yaitu oksigen, bahan bakar, dan sumber panas.
"Api yang terkendali itu bermanfaat, tetapi ketika tidak bisa dikendalikan akan menjadi bencana. Semua energi yang tidak bisa dikendalikan itu berbahaya," jelas Gazi.
Ia juga menjelaskan klasifikasi kebakaran mulai dari kelas A untuk bahan padat, seperti kayu, kertas, dan kain, kelas B untuk bahan cair dan gas seperti bensin, minyak, dan LPG, serta kelas D untuk logam yang dapat terbakar.
Gazi juga mendemonstrasikan penggunaan Alat Pemadam Api Ringan (APAR) kepada para peserta. Ia menjelaskan bahwa APAR disebut portable karena dapat dipindahkan dan digunakan oleh siapa saja ketika kebakaran masih dalam tahap awal.
"Jarak aman penggunaan APAR adalah 3 hingga 5 meter dari titik api. Kita tidak perlu terlalu dekat karena berbahaya," jelasnya sambil mempraktikkan cara penggunaan APAR.
Kegiatan yang diikuti oleh mahasiswa dan dosen unitas palembang ini juga dilengkapi dengan praktik langsung penanganan darurat kebakaran, dengan harapan mahasiswa memiliki kesiapan menghadapi situasi darurat di dunia kerja nantinya.



