Sabtu, 02 Mei 2015 - 00:20:29 WIB - Viewer : 5928

HIPMI ajak Buruh Perangi Ekonomi Biaya Tinggi

Ketum Hipmi, Bahlil Lahadalia

AMPERA.CO, Jakarta - Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) mengajak buruh untuk mengatasi ekonomi biaya tinggi yang layak dijadikan sebagai musuh bersama baik bagi para buruh maupun kalangan pengusaha. 

"Kami mengajak teman-teman buruh untuk memerangi biaya tinggi diperekonomian kita," kata Ketua Umum Hipmi Bahlil Lahadalia dalam keterangan tertulisnya.

Menurut Bahlil Lahadalia, in-efisiensi ekonomi masih menjadi momok menakutkan di dunia usaha. Dampaknya, lanjut bahlil, biaya produksi di Tanah Air tidak mampu bersaing, bahkan dengan sesama negara ASEAN sekalipun.

Ia berpendapat bahwa ekonomi biaya tinggi utamanya dipicu oleh pungutan liar mulai dari perizinan di birokrasi, proses produksi, distribusi, hingga aktivitas bongkar muat di pelabuhan. 

Tak hanya itu, Ketum BPP Hipmi ini juga menyebutkan, ekonomi biaya tinggi juga dipicu oleh tingginya biaya logistik serta rendahnya akses memperoleh bahan baku industri.

"Kalau yang fix cost ini masih bisa kita siasati secara kreatif tapi kalau variable cost ini kan susah ditebak. Rata-rata variable cost ini datang dari pungli dan biaya di birokrasi," paparnya. 

Bahlil menilai reformasi birokrasi yang digaungkan pemerintah belum cukup menekan pungli di birokrasi, pasalnya, reformasi birokrasi belum diikuti oleh implementasi administrasi dan sistem yang terintegrasi utamanya dalam perizinan(*)

(editor : feri, sumber : antara)