Selasa, 28 Mar 2017 - 21:00:00 WIB - Viewer : 6720
Hipmi Didorong Bantu Negara Atasi Kesenjangan Ekonomi
AMPERA.CO, Jakarta - Presiden RI, Joko Widodo berharap, Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) berperan aktif dalam mewujudkan pemerataan ekonomi masyarakat. Hal itu diungkapkannya saat membuka, Rapat Kerja Nasional XVI HIPMI dan Peluncuran HIPMI Go to School Tahun 2017 di Hotel Ritz Carlton Jakarta, Senin (27/3).
Presiden Jokowi mengatakan, saat ini kondisi perekonomian nasional dan tantangan global kurang baik. Bahkan banyak negara yang pertumbuhan ekonominya memburuk. Namun, perekonomian Indonesia masih tetap tumbuh.
"Kalau dibanding negara-negara G-20, ekonomi kita masih pada posisi sangat baik,"Katanya.
Tapi, sambung Jokowi, hal lain yang harus segera diatasi. Yakni masalah kesenjangan ekonomi. Oleh karenanya, dalam waktu dekat, Pemerintah akan menerbitkan kebijakan pemerataan ekonomi berkeadlian. Kebijakan itu melalui program redistribusi aset dan reforma agraria.
Nanti, ada banyak tanah dan lahan milik negara yang diberikan kepada masyarakat untuk dikelola.
"Setelah rakernas ini saya minta agar HIPMI memegang peran yang penting dalam pemerataan ekonomi, terutama redistribusi aset dan reforma agraria,"Imbuhnya, seraya mengatakan, Pemerintah telah membuat prediksi tentang penduduk Indonesia yang akan mencapai 309 juta jiwa pada 2045. Sedangkan angka pertumbuhan ekonomi nasional sekitar 5-6 persen dengan produk domestik bruto (PDB) mencapai USD 9,1 triliun.
Indonesia Kekurangan Pengusaha
Jumlah pengusaha di Indonesia dinilai masih sangat sedikit dibandingkan dengan negara lain. Hingga saat ini, jumlahnya masih sekitar 1,6 persen dari total populasi penduduk.
Padahal, standar Bank Dunia jumlah pengusaha yang dibutuhkan suatu negara mencapai 4 persen.
Ketua Umum Hipmi, Bahlil Lahadalia mengatakan, untuk menggenjot jumlah pengusaha muda, HIPMI tahun ini akan mengembangkan program goes to school. Program tersebut untuk bisa menggali potensi pengusaha-pengusaha muda mulai dari sekolah.
“Anak sekolah sudah bisa belajar menjadi pengusaha dan bisa membentuk fondasi yang lebih kuat sejak dini,”Katanya.
Program tersebut, sambungnya, sejalan dengan revolusi mental yang diusung pemerintahan Presiden Joko Widodo. Bahlil meminta dukungan pemerintah dalam pengembangan pengusaha di Indonesia, khususnya dari generasi muda.
“Ini karena Presidennya pengusaha dan (mantan) kader HIPMI,"katanya.
Bahlil menambahkan, saat ini jumlah anggota HIPMI sudah mencapai 43 ribu orang yang tersebar di 34 provinsi dan 417 kabupaten dan kota seluruh Indonesia.
"Mudah-mudahan pengusaha muda Indonesia semakin bertambah,"tutupnya seraya mengatakan, Rakernas HIPMI kali ini mengambil tema pembangunan ekonomi yang berkeadilan dan berkelanjutan.
Dengan adanya rakernas ini, diharapkan Indonesia dalam jangka panjang dapat menghasilkan pengusaha muda pada berbagai sektor.



