Jumat, 10 Okt 2025 - 18:48:00 WIB - Viewer : 2008

Implementasi LKPD Pengelolaan Limbah Plastik dan Domestik: PKM dapat langsung diterapkan di kelas

// PKM FKIP Biologi untuk Guru-guru di SMAN 10 Palembang

Redaksi AMPERA.CO

IST

AMPERA.CO, Palembang, — Komitmen SMA Negeri 10 Palembang untuk mengintegrasikan isu lingkungan ke dalam kurikulum diwujudkan melalui kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) yang mendapat sambutan luar biasa. PkM ini bertajuk "pendampingan guru sains dalam pemanfaatan LKPD limbah plastik dan limbah domestik berbasis proyek di SMA negeri 10 Palembang".

Kegiatan ini melibatkan total 90 guru secara keseluruhan dan diselenggarakan oleh Tim Pengabdi Multidisiplin yang merupakan gabungan ahli dari FKIP Biologi, Fakultas Teknik, dan Fakultas Kedokteran. Sebanyak 23 guru Sains menjadi fokus utama sesi praktik intensif di laboratorium. Kegiatan PkM diselenggarakan pada Rabu, 8 Oktober 2025, dimulai tepat pukul 09.00 WIB. Rangkaian pembukaan berlangsung khidmat.

Acara diawali dengan Menyanyikan Lagu Indonesia Raya dan Doa Bersama. Ketua Tim PkM, Dr. Meilinda, M.Pd., kemudian memberikan sambutan sekaligus memperkenalkan timnya: Dr. Riyanto, S.Pd., M.Si., Ir. Dwirina Yuniarti, M.Sc., dan Sigit Purwanto, S.Kep.,Ners.,M.Kes. Dr. Meilinda menjelaskan sinergi keahlian tim—dari biologis, rekayasa, hingga kesehatan—yang dibutuhkan untuk menghasilkan solusi pengelolaan limbah yang holistik.

Selanjutnya, Kepala Sekolah, H. Rozali, S.Pd., M.Pd., secara resmi membuka kegiatan. Beliau didampingi oleh Yunita, S.Pd., M.Si. (Waka Kurikulum) dan Reno Syahputra, S.Pd., M.Pd. (Waka Kesiswaan). Setelah pembukaan dan Pembagian Kelompok, seluruh 90 guru peserta mengikuti sesi Berfoto Bersama.

Sesi praktik intensif di Laboratorium dikuti oleh 23 guru Sains. Kegiatan dimulai dengan Pretest dan dilanjutkan dengan penyampaian materi pertama yaknik Penyampaian Materi SSI (Socio-Scientific Issues): Guru dibekali kerangka berpikir untuk mengaitkan masalah pengelolaan limbah dengan isu sosial, ekonomi, dan kesehatan, sebagai dasar proyek rekayasa.

Penyampaian materi kedua yakni bagaimana mengembangkan LKPD Proyek Pengelolaan Limbah Domestik, yang merupakan puncak pelatihan, di mana guru dilatih cara mengimplementasikan dua proyek kunci:

    • LKPD Pemanfaatan Ulat Maggot: Menggunakan maggot sebagai solusi biologis untuk mengelola limbah domestik organik.
    • LKPD Daur Ulang Limbah Kulit Udang: Merekayasa limbah perikanan menjadi produk bernilai tambah melalui teknologi sederhana.

Sesi ditutup dengan evaluasi dan umpan balik.

Salah satu guru peserta PkM, menyatakan antusiasmenya terhadap materi yang disajikan. "Materi tentang pengemasan proyek pengelolaan limbah domestic dengan Maggot dan daur limbah ini membuka pandangan baru. Kami tidak lagi hanya mengajar biologi di buku, tetapi mengajarkan solusi nyata untuk masalah sampah. LKPD-nya sangat praktis dan mudah kami terapkan di kelas," ungkapnya.

Kepala Sekolah, H. Rozali, S.Pd., M.Pd., optimis bahwa kolaborasi ini telah memberikan dampak besar. "Kami ingin siswa kami tidak hanya menguasai teori, tetapi juga mampu menjadi `insinyur sosial` yang merancang solusi teknologi sederhana. Keterlibatan tim multidisiplin yang diketuai Dr. Meilinda, M.Pd. ini adalah kunci," ujarnya.

Yunita, S.Pd., M.Si. (Waka Kurikulum) dan Reno Syahputra, S.Pd., M.Pd. (Waka Kesiswaan) kompak menyatakan bahwa langkah selanjutnya adalah penerapan segera LKPD yang telah disosialisasikan dalam pembelajaran di kelas melalui pendampingan pada pertemuan berikutnya yang dilakukan oleh TIM dari Universitas Sriwijaya untuk memastikan program sekolah hijau SMA Negeri 10 Palembang berjalan secara berkelanjutan.