Jumat, 03 Apr 2015 - 16:25:48 WIB - Viewer : 13896

Ini dia Animator Hollywood Asal Indonesia…

(Photo : Rini Triyani Sugianto, Animator Hollywood Asal Indonesia/www.inspirasinusantara.com)

AMPERA.CO – Berawal dari kecintaan terhadap karakter fiksi seorang jurnalis berjambul bernama Tintin, seorang animator muda asal Indonesia bernama Rini Sugianto sukses menembus kancah perfilman Hollywood. Rini, lulusan S2 dari Academy of Arts di San Francisco, California, yang saat ini bekerja sebagai animator di perusahaan WETA digital di Selandia Baru, dipercaya untuk ikut terlibat dalam pembuatan The Adventure of Tintin: Secret of The Unicorn.

Setelah ikut menggarap film animasi Tintin, Rini Triyani Sugianto yang kini tinggal di kota Wellington, Selandia Baru, kembali menjadi tim sukses dari beberapa film Hollywood yang berhasil menduduki posisi teratas di Box Office. Dia juga ikut dalam proyek film animasi lain seperti The Avengers dan yang terbaru dia juga ikut andil dalam proyek film Iron Man 3.

Animator Indonesia, Rini Sugianto, kembali menuangkan hasil karya animasinya ke dalam film Teenage Mutant Ninja Turtles garapan sutradara asal Afrika Selatan, Jonathan Liebesman. Film dengan dana pembuatan sebesar 125 juta dolar ini tengah menduduki posisi nomor dua di Box Office Amerika.

Di akhir tahun 2013, Rini yang baru saja selesai ikut menggarap animasi untuk film the Hobbit: the Desolation of Smaug, memutuskan untuk keluar dari perusahaan milik Peter Jackson, WETA Digital, di Selandia Baru yang telah menjadi tempatnya bekerja selama 3,5 tahun. Rini kemudian hijrah ke Los Angeles, Amerika untuk berkumpul kembali dengan suaminya.

Tak lama kemudian ia mendapat tawaran dari perusahaan Indutrial Light and Magic, yaitu anak perusahaan dari Lucas Film di San Francisco, untuk ikut bergabung di tim yang tengah terlibat dalam penggarapan animasi untuk film Teenage Mutant Ninja Turtles.

“Dulu memang kita pernah kontak sebelum saya pindah ke Selandia Baru,” kata Rini seperti dilansir VOA.

“Tetapi pada saat itu saya memutuskan untuk pindah ke Selandia Baru. Kebetulan kita saling menjaga hubungan,” lanjut perempuan lulusan S2 jurusan animasi dari Academy of Art di San Francisco ini.

Begitu mereka tahu Rini telah kembali ke Amerika, mereka pun langsung menghubungi dan menawarkan Rini untuk bergabung. Tawaran tersebut langsung diterima, walaupun akhirnya Rini harus pindah ke San Francisco. Waktu itu proses penggarapan animasi filmnya berlangsung selama 3,5 bulan.

“Film animasi memang seperti itu industrinya. Mau tidak mau kita mengikuti proyeknya di mana,” jelas Rini yang saat ini masih berstatus sebagai kontraktor. “Kalau misalnya kita sudah settle di satu perusahaan tidak usah pindah-pindah lagi,” lanjutnya.

Tugas Rini sebagai animator adalah menghidupkan karakter-karakter utama di film dengan jenis photo-realistic ini, sehingga terlihat seperti karakter yang nyata.

“Untuk (film Teenage Mutant Ninja Turtles) kebetulan saya mengerjakan hampir semuanya,” ujar perempuan kelahiran tahun 1980 ini.

Ada sedikit perbedaan dari film Teenage Mutant Ninja Turtles kali ini jika dibandingkan dengan film-film yang sebelumnya.

“Desain turtlenya sendiri memang beda dengan desain Teenage Mutant Ninja Turtles yang sebelumnya,” jelas animator yang juga pernah ikut menggarap animasi dan efek visual untuk film-film Hollywood seperti the Adventures of Tintin, the Avengers, the Hobbit: An Unexpected Journey, Iron Man 3, dan the Hunger Games: Catching Fire.*

(editor : Fyo, sumber : www.inspirasinusantara.com)