Jumat, 28 Sep 2018 - 23:56:00 WIB - Viewer : 6864
Ini Kata Kasatlantas Terkait Jam Operasional Angkutan Barang
AMPERA.CO
AMPERA.CO, Palembang - Kepala Satlantas Polrestabes Palembang, Kompol Andi Baso Rahman mengaku tak sependapat dengan jam operasional angkutan barang yang akan diterapkan oleh Pemkot Palembang.
"Untuk Perwali kayaknya waktu tetap, saya juga sudah sampaikan ke bapak Walikota, jika kita tidak rubah waktu, tetapi kita rubah rutenya saja," katanya, usai mengkuti rapat bersama Pemkot Palembang dan pengusaha angkutan, Jumat (28/9).
Dijelaskannya, saat ini untuk jumlah angka kecelakaan lalu lintas (Lakalantas) akibat angkutan barang yang melibatkan truk ada 25 orang, tronton ada 12 orang, truk tangki 4 orang, dengan jumlah korban meninggal dunia ada 21 orang, luka beratnya ada 14 orang dan luka ringan 11 orang.
"Angka tersebut mulai dari Januari sampai September 2018," katanya.
Untuk jalur dengan angka kecelakaan tertinggi, sambungnya, ada di Jalan Yusuf Singadekane. Dimana, untuk pengawasan tidak dapat maksimal karena keterbatasan petugas, dalam meminimalisir angka kecelakaan di wilayah tersebut.
"Namanya petugas, ada waktu-waktunya. Sementara masyarakat ini silih berganti. Jadi inilah kekurangan kita dilapangan," katanya.
Melihat kondisi saat ini, dibutuhkan kesadaran masyarakat, terkait pertama masalah sopirnya, dimana harus betul-betul sadar dan tertib pada saat mengendarai kendaraan.
Kedua, masyarakat yang melintas itu juga harus sadar terkait keselamatan tersebut. Karena korban-korban itu, ya mereka yang kurang sadar dalam menerapkan keselamatan berkendara.
"Jika kita berpikir ekonomi, kecelakaan ini dapat menyebabkan kemiskinan. Seperti masalah rute, jika dia benar dan tidak ada yang terjadi kecelakaan, maka coast nya tidak terlalu besar. Apabila dibandingkan kecelakaan yang terjadi setiap saat," ujarnya.
Terkait pembentukan tim kecil forum lalu lintas yang akan dibentuk, merupakan semacam FGD (forum group discusion). Yang akan membahas, pengaturan ulang jalur yang akan dilewati truk barang, bukan terkait perubahan jam.
"Angka kecelakaan malam memang tidak terlalu tinggi, namun bisa sekaligus banyak. Seperti dijalan Kenten yang pernah memakan banyak korban karena kecelakaan yang terjadi di malam hari akibat rem blong. Ada mobil, ada motor ada masyarakat. Jadi bukan pada jam yang menjadi masalah," pungkasnya.



