Senin, 01 Des 2025 - 19:07:00 WIB - Viewer : 4912
Ini kata OJK terkait tidak Lolosnya Dirut Bank Sumsel Babel Terpilih dalam Fit and Proper Test
IST
AMPERA.CO, Palembang - Informasi tidak lolosnya Direktur Utama Bank Sumsel Babel terpilih, Harry Gale, pada uji kelayakan dan kepatutan (fit and proper test) yang dilakukan oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dijelaskan dengan terang oleh OJK Sumsel.
Arifin Susanto, Kepala OJK Provinsi Sumatera Selatan (OJK Sumsel) menuturkan bahwa pemegang saham Bank Sumsel Babel mengajukan 4 nama direksi dan komisaris sebagai keputusan dari rapat umum pemegang saham (RUPS) yang dilaksanakan pada 19 Juni 2025.
“Kemarin kan yang diajukan 4 nama (direksi), kemudian yang lolos 3 nama, berarti yang lolos 3 itu mengisi semua komponennya,” ujar Arifin di sela Media Gathering OJK se-Sumbagsel di Bandar Lampung, Jumat (28/11/2025).
Sebagai informasi, salah satu keputusan RUPS Bank Sumsel Babel pada 19 Juni 2025 itu adalah menunjuk Direktur Utama Harry Gale, Direktur Bisnis Marzuki, dan Direktur Keuangan Amrul. Namun, hasil RUPS itu dikatakan efektif jika nama-nama yang bersangkutan telah lolos uji kelayakan dan kepatutan di OJK.
Meskipun dirut terpilih tidak lolos fit and proper test, dia memastikan operasional bank kebanggaan masyarakat Sumsel dan Babel itu tidak terganggu alias berjalan normal.
“Aman kok, kita lihat bersama bisnisnya masih berlangsung, kan ada pelaksana tugas,” tutur Arifin.
Saat ini, posisi Dirut Bank Sumsel Babel dirangkap oleh Direktur Operasional Festero Mohamad Papeko.
Arifin menambahkan mekanisme selanjutnya adalah pemegang saham pengendali akan melakukan RUPS lagi untuk menunjuk pucuk pimpinan Bank Sumsel Babel. “Kami belum dapat info kapan jadwal pelaksanaan RUPS. Kami masih menunggu,” ungkapnya.
Tidak lolosnya Dirut Bank Sumsel Babel itu menambah daftar pimpinan BPD yang tidak lolos fit and proper test di OJK, setelah sebelumnya Helmy Yahya dan Mardigu Wowiek Prasantyo yang tidak lolos sebagai Komisaris BJB.
“Tidak apa-apa. Kalau menurut saya, itu hal biasa kok. Tidak perlu dibesar-besarkan. Ada yang lolos, ada juga yang tidak lolos. Mungkin satu jabatan itu kadang-kadang fit, tapi ternyata tidak proper. Makanya harus dua-duanya, fit and proper,” tegasnya.



