Minggu, 21 Jun 2020 - 17:25:00 WIB - Viewer : 884

Inilah Sejarah Militer Arab Islam yang Harus kamu ketahui

Redaksi AMPERA.CO

AMPERA.CO - Orang Arab Islam memiliki andil besar dalam perkembangan ilmu perang. Bahkan bisa jadi sumbangsih mereka di bidang ilmu perang lebih besar urgensinya dibanding bidang lainnya, termasuk bidang sastra dan ilmu pengetahuan.

Sebagaimana kita ketahui, bangsa Arab Islam adalah mata rantai atau ketersambungan ilmu di dalam peradaban dunia, karena banyak orang-orang Barat mengambil ilmu dari umat Islam.

Namun, dalam seni perang, sumbangsih peradaban kaum muslimin tak kalah besar peranannya. Karena umat Islam mengubah citra perang bukan semata-mata sebagai ajang saling bunuh. Tapi ada nilai-nilai humanis. Ada nilai kasih sayang kepada tawanan. Dan lain-lain. Karena faktor kemanusiaan inilah bisa jadi sumbangsih umat Islam dalam ilmu perang lebih urgen dibanding sumbangsih besar mereka di bidang lainnya.

Teknik Perang di era Modern

Seni atau Teknik perang adalah kumpulan pengetahuan yang berkaitan dengan konflik bersenjata, yang bertujuan untuk mewujudkan sesuatu yang gagal dicapai dengan cara damai.

Seni perang ini meliputi tiga hal yakni strategi berperang, seni operasi perang, dan taktik.

Strategi Berperang

Strategi berperang meliputi banyak hal. Di antaranya bagaimana operasi perang dilakukan. Metode dan sarana apa yang diperlukan untuk menyukseskan operasi militer ini. Karena itu, strategi perang ini ditetapkan setelah sebelumnya mempelajari keadaan musuh. Bagaimana kekuatan dan kemampuan mereka. Kemudian menentukan arus serangan utama dan arus serangan sekunder. Menentukan pasukan inti. Dan dimana mereka ditempatkan dalam pertempuran. Termasuk juga menyiapkan kekuatan materi perang. Menyesuaikan senjata-senjata dengan jenis operasi dan kondisi peperangan. Semua ini dikoordinasikan dan disusunlah strategi peperangan untuk mencapai hasil yang diinginkan.

Seni Operasi Perang

Setelah strategi perang ditetapkan, maka selanjutnya adalah bagaimana mengoperasikannya di medan pertempuran. Metode seperti apa yang digunakan untuk memaksimalkan pasukan utama. Kemudian masing-masing kelompok pasukan dikoordinasikan untuk mencapai tujuan yang sama. Apakah cukup satu battalion yang bergerak. Atau melibatkan banyak battalion.

Taktik Peperangan

Dalam peperangan ada taktik umum dan taktik khusus. Taktik umum terkait dengan senjata apa yang akan digunakan. Dan taktik khusus bagaimana pengoperasiannya di medan tempur.

Sejarah Perkembangan Militer Arab Islam

Seperti disampaikan di awal, bangsa Arab muslim memiliki andil yang sangat besar dalam perkembangan ilmu perang. Bagaimana tidak, lihatlah sejarah penaklukkan yang dilakukan Arab muslim. Mereka memulainya 13 H/634 M tidak sampai 100 tahun dari situ, bangsa Arab telah menjadi negara terbesar yang pernah dikenal sejarah. Coba bandingkan berapa ratus tahun negara adidaya seperti Romawi dan Persia untuk membangun kekuatan sebesar itu dan penguasaan wilayah seluas itu. Tidak ada komunitas masyarakat sebelum dan sesudah bangsa Arab Islam yang mampu melakukannya dengan waktu sesingkat itu.

Kecepatan ini bukan berarti tanpa halangan. Bukan berarti tanpa banyak jiwa yang berkorban. Kalau tanpa halangan pasti militer Arab Islam tak akan berkembang dan dapat memberikan sumbangsih. Mereka menghadapi peperangan yang berat. Namun mereka mampu memecahkan masalah militer tersebut dalam waktu singkat. Sehingga banyak kemenangan diraih. Strategi operasi militer pun dapat diwujudkan. Dan tujuan peperangan dapat dicapai.

Operasi-operasi militer yang dilakukan kaum muslimin tidak dilakukan acak. Tidak hanya bermodal yakin akan pertolongan Allah, tetapi sesuai dengan rencana akurat yang dibuat oleh para pemimpin. Kemudian dieksekusi oleh para pejuang yang tidak tertandingi dalam sejarah. Baik dalam kekakuan, ketahanan, dan kepercayaan mereka pada tujuan yang mereka perjuangkan.

Ada tahapan dan kebijakan yang detil dilakukan oleh para pemimpin Islam. Prinsipnya, jumlah pasukan itu penting, materi perang juga menentukan hasil, tapi para pemimpin Islam tidak meletakkan hal ini sebagai segala-galanya. Rasulullah shallallahu `alaihi wa sallam memanfaatkan kemampuan militeristik masyarakat di zamannya dalam setiap peperangan beliau. Beliau mengerahkan semua kekuatan dan potensi yang dimiliki para sahabatnya dalam peperangan.

Saat Abu Bakar ash-Shiddiq radhiallahu `anhu menggantikan Rasulullah, terjadi pemurtadan dengan skala yang cukup besar. Sehingga ia disibukkan dengan hal ini di masa awal kepemimpinannya. Abu Bakar mengerahkan segala kemampuan militernya untuk menumpas gerakan murtad ini. Hingga pemberontakan mereka berhasil dipadamkan. Di antara mereka ada yang kembali memeluk Islam. Dan di antara mereka ada yang terbunuh dalam peperangan.

Setelah menghadapi fase ini, barulah Abu Bakar melangkah untuk ekspansif. Terutama di wilayah timur dan utara negeri Islam. Abu Bakar belum membentuk angkatan perang. Ia mengajak masyarakatnya yang memiliki kemampuan berperang untuk turut serta berperang. Ajakan ini adalah seruan sukarela. Bukan kewajiban. Namun, ia tidak mengizinkan orang-orang yang pernah murtad untuk turut berjihad. Sebagai bentuk hukuman kepada mereka. Agar mereka sadar betapa berat yang mereka lakukan.

Di zaman Umar, barulah ia mengizinkan orang-orang yang pernah murtad ini untuk turut berjihad. Namun mereka tidak diizinkan menduduki posisi strategis dalam pasukan. Awalnya, pasukan Umar juga adalah sukarelawan. Kemudian di zaman pemerintahannya ini barulah dibentuk tantara resmi.

Di masa berikutnya, setelah kekuasaan umat Islam semakin luas -seperti masa Bani Umayyah-, pasukan perang tak lagi hanya mengandalkan orang-orang Arab. Setiap masyarakat Islam suku dan ras apapun diizinkan untuk turut dalam aksi militer. Tidak ada diskriminasi. Tentu hal ini berdampak positif. Pasukan Islam pun semakin besar jumlahnya. Bahkan di antara orang-orang non Arab pun menyandang status sebagai panglima perang. Seperti Thariq bin Ziyad. Namun Bani Umayyah tetap menetapkan menunjuk pucuk pimpinan pasukan adalah orang-orang Arab

Editor : Feri Yuliansyah, ST, MT

kisahmuslim.com

Komentar Berita