Senin, 13 Nov 2017 - 21:36:00 WIB - Viewer : 6828

Isu Agama Digulirkan Jelang Pilkada OKI

Rep : Dona /Ed : Alam

Ist

AMPERA.CO, Kayuagung - Kontestasi Pilkada baru akan dilaksankan, Juni 2018 mendatang, tapi suhu politik di Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) semakin memanas. Parahnya, segala cara dilakukan untuk menaikkan popularitas, termasuk isu agama.

Ketua Ikatan Keluarga Besar Alumni Aliansi Mahasiswa Pantai Timur (IKBA AMPATI), Abulaka Archaida mengatakan, pihaknya sangat menyayangkan jika fenomena Pilkada Jakarta akan di bawa dalam Pilkada OKI 2018.

Menurutnya, belum lama ini ada salah satu tim sukses, secara terang-terangan membuat status di media sosial (Medsos) yang mengajak untuk tidak memilih calon tertentu yang beda agama.

"Jika ada tim sukses menjual isu agama demi memperjuangakan calon mereka dan mencari dukungan masyarakat. Menggiring pilihan masyarakat dengan isu agama, bagi kami itu bukan langkah politik yang dewasa dan mendidik masyarakat. Jangan jual isu agama demi kepentingan politik, turun nilai agama jika hanya dibicarakan dalam konteks pilkada saja,"katanya (13/11)

Menurutnya, isu agama yang digulirkan saat Pilkada akan membuat masyarakat terbela dan terpecah. Contohnya di Jakarta. Tentu hal itu tidak diinginkan.

“Mari kita berpikir rasional dan hati dingin, kami berharap semua masyarakat dan tim sukses mengakhiri membawa isu agama ke dalam proses Pilkada,”imbuhnya.

Ditambahkannya, kepada semua bakal calon kepala daerah Kabupaten OKI dan semua tim sukses agar bersaing dengan fair agar terlihat berkualitas pilkada OKI 2018 nanti.

“Pilkada bukan hanya proses menentukan pemimpin, tapi juga media pembelajaran politik bagi masyarakat. Semua tim sukses jangan melupakan tugas Parpol yang tertuang dalam undang-undang, yaitu salah satunya memberikan pendidikan politik kepada masyarakat,"pungkasnya.

    Simak Berita lainnya seputar topik artikel ini :