Kamis, 04 Jun 2015 - 13:34:00 WIB - Viewer : 5448

Jelang Ramadhan, Pemerintah Kendalikan Inflasi Dengan Operasi Pasar

Teddy M

Foto: Istimewa/antarafoto
Ilustrasi

AMPERA.CO. Jakarta – Untuk mengendalikan inflasi menjelang Ramadhan dan Idul Fitri 1436 H, pemerintah akan menjamin ketersediaan stok pangan dengan harga terjangkau.

Dalam Rapat Terbatas (Ratas) yang dipimpin oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi) di kantor Kepresidenan, Rabu (3/6). Tim Komunikasi Presiden Teten Masduki mengemukakan akan melakukan pemantauan harga, operasi pasar dan pasar murah, serta menjamin keamanan penyaluran bahan kebutuhan pokok masyarakat dan melakukan pengendalian dan pengawasan penggunaan Bahan Bakar Minyak (BBM).

Presiden memerintahkan kepada para pejabat terkait agar menjaga inflasi ekstrem tidak terjadi selama Ramadhan dan Idul Fitri. “Caranya dengan memantau harga kebutuhan pokok seperti beras, daging, telur, cabai, bawang, dan sayuran,” kata Teten.

Presiden menegaskan, bahwa impor adalah solusi terakhir, dengan mengutamakan penyerapan hasil-hasil pertanian, perkebuan, dan perkebunan. “Selain itu, Presiden Jokowi juga mengistruksikan untuk mempercepat dan menjamin kelancaran serta kelayakan distribusi raskin di bulan Juni 2015,” pungkas Teten.

Berdasarkan data Bank Indonesia (BI), gejolak harga bahan makanan mendorong inflasi pada Mei 2015. Inflasi Indeks Harga Konsumen (IHK) Mei 2015 tercatat sebesar 0,50% (mtm) atau 7,15% (yoy), lebih tinggi dari inflasi pada bulan sebelumnya sebesar 0,36% (mtm) atau 6,79% (yoy), disebabkan oleh peningkatan inflasi bahan makanan bergejolak (volatile food).

Peningkatan inflasi volatile food terutama terjadi pada komoditas aneka cabai, daging dan telur ayam ras, bawang merah, dan bawang putih. Tekanan harga pada komoditas tersebut lebih tinggi dari penurunan harga beras yang menyumbang deflasi sebesar 0,04%

BerlianPratama