Kamis, 18 Mei 2017 - 00:15:00 WIB - Viewer : 4924
Jembatan Ampera Dihantam Tongkang Batubara
AMPERA.CO, Palembang - Sebuah kapal tongkang pengangkut batubara dengan muatan 7.700 metrik ton yang melintas di perairan Sungai Musi menabrak tiang jembatan Ampera karena tali penarik dari tagboat ke tongkang putus. Akibatnya salah satu jembatan Ampera mengalami retak.
Berdasarkan informasi yang berhasil dihimpun, kapal tongkang itu melaju dari arah Musi II menuju PT Pusri. Saat tiba di peraian dermaga Bekangdam 22 Ilir, sekitar pukil 11.00 WIB tiba-tiba tali penarik tagboat ke tongkang putus lantaran arus sungai yang deras.
"Kemudian tongkang pembawa muatan puluhan ton batubara itupun terbawa arus sejauh 5 kilometer hingga terhenti setelah menabrak tiang jembatan Ampera,"kata salah seorang warga, Dian, Rabu (17/5).
Selain itu, kapal kecil yang biasa mangkal atau menunggu penumpang di bawah jembatan Ampera, juga ikut menjadi korban.
"Kapal kecil seperti speedboad itu langsung ditabrak tongkang, hingga hancur dan tenggelam,"ujarnya.
Salah seorang pedagang di bawah jembatan Ampera, Adi mengatakan, suara hantaman tongkang saat menabrak tiang jembatan Ampera cukup kuat sehingga, banyak orang yang ingin melihatnya.
"Jembatan Ampera juga sempat ada getaran akibat hantaman tongkang Batubara itu, karena Batubara yang diangkut menggunung,"katanya.
Atas kejadian itu, orang nomor satu di Palembang Harnojoyo langsung melihat kelokasi, ia meminta pihak yang bertanggungjawab atas inseden itu bertanggungjawab atas kerusakan jembatan Ampera.
"Jembatan Ampera ini merupakan ikon Kota Palembang yang harus dijaga, kami sangat menyesalkan terjadinya insiden ini,"katanya.
Menyikapi hal itu, Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Jembatan Satuan Kerja Metropolitan Balai Besar Pelaksana Jalan Nasional (BBPJN) Suwarno mengatakan, pihaknya belum bisa menyimpulkan, sebelum adanya pengecekan langsung secara visual sesaat setelah terjadi penabrakan.
"Masih aman dan dapat dilintasi karena yang ditabrak itu hanya bagian pengaman jembatan, yakni fender,"katanya.
Meski demikian, imbuh dia, BBPJN tetap akan melakukan pengecekan secara teknis dengan menggunakan alat berteknologi tinggi.
Terkait adanya getaran di atas jembatan saat dihantam dan mengalami keretakan pada tiang jembatan, ia mengatakan hal itu terlalu didramatisir.
"Kami berharap masyarakat tidak mudah terprovokasi, karena kapal tongkang itu hanya mengenai bagian pengaman jembatan atau biasa disebut fender yang berfungsi sebagai pengaman bagi jembatan dari berbagai insiden kapal yang menabrak,"pungkasnya.



