Sabtu, 27 Apr 2019 - 05:54:00 WIB - Viewer : 1622

Kejanggalan Data dan Dugaan Form C1 Aspal pada TPS 33 Talang Betutu Palembang di Situng KPU

Redaksi Ampera.Co

Form C1 dan screenshot dari laman https://pemilu2019.kpu.go.id pada sabtu pagi (27/4) TPS 33, Kel. Talang Betutu, Kec. Sukarame, Kota Palembang, Sumatera Selatan

AMPERA.CO, Palembang - Laporan dugaan kesalahan input pada data di situng KPU kembali terjadi. Kali ini terjadi di TPS 33 kel. Talang Betutu, Kec. Sukarame, Kota Palembang, Sumatera Selatan, dimana ditemukan kejanggalan pada form C1 yang di input pada laman resmi KPU RI tersebut, yang diduga aspal (kelihatan asli tapi datanya palsu), yang menguntungkan paslon 01 Jokowi Amin.

Dicek di pemilu2019.kpu.go.id, Sabtu (27/4/2019) pukul 05.30 WIB, jumlah pemilih terdaftar adalah 226, pengguna hak pilih 181. Di tabel perolehan suara, pasangan 01 ditulis mendapat 161 suara, sementara pasangan 02 ditulis 63, dengan jumlah suara sah 179. Data ini dikuatkan dengan scan form C1 yang  telah ditanda tangani.

Namun ada yang janggal pada data C1 dan tabel perolehan suara tersebut, dimana jumlah suara sah sebanyak 179 tidak sinkron atau tidak sama dengan penjumlahan suara paslon 01 Jokowi yang ditulis 161 dan Paslon 02 Prabowo yang ditulis 63.

Ketidak-cocokan penjumlahan tersebut tercatat jelas dalam form C1 yang di scan ke Situng KPU, yang diduga sebagai form C1 aspal, karena setelah disinkronkan dengan data pembanding berdasarkan photo C1 hasil perhitungan suara yang diterima AMPERA.CO, tercatat suara paslon 01 hanya 116 suara dan setelah dijumlahkan dengan suara paslon 02 yang mendapatkan 63 suara ternyata hasilnya sama dengan jumlah suara sah yaitu 179 suara.

Penambahan 45 suara untuk paslon 01 Jokowi ini dengan modus meng-entry data dengan form C1 aspal ini menambah sederet masalah salah input pada situng KPU. Apalagi jika terjadi ketidak sesuaian perbedaan dokumentasi data C1 perolehan suara pemilu  yang dipegang masyarakat dengan form C1 yang di upload ke Situng KPU yang tentunya akan menimbulkan keresahan dan tanda tangan besar dari masyarakat yang dengan sukarela turut mengawasi pemilu presiden ini secara langsung ataupun melalui media sosial.

Hingga saat ini, belum ada penjelasan dari KPU soal data di TPS 33 Talang Betutu, Palembang ini. Namun, untuk sejumlah kejadian serupa, KPU menegaskan ada human error. KPU menepis tuduhan kecurangan walau telah terjadi lebih dari 100 kali kesalahan input data, yang dalam beberapa kasus juga terjadi dugaan perubahan atau penggantian form C1 asli dengan form C1 aspal, seperti terjadi di TPS 33 Talang Betutu ini.

Editor : Feri Yuliansyah

Komentar Berita