Minggu, 17 Des 2017 - 20:07:00 WIB - Viewer : 444

Kekerasaan Siswa SD Viral di Medsos, Kepala UPTD : Akan Beri Sangsi Tegas

Rep : AT.Putra / Ed : Feri

Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten OKI melalui Kepala Unit Pelaksana Teknis Dinas (UPTD) Pendidikan Kecamatan Tulung Selapan, Argendi

AMPERA.CO, Palembang - Sebuah video yang memperlihatkan tindakan kekerasan yang dialami seorang siswa SD yang dilakukan oleh beberapa teman lainnya didalam kelas viral di media sosial.

Dalam video yang berdurasi 3 menit 27 detik berlokasi di SDN 1 Lebung Gajah, Tulung Selapan, Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), Sumatera Selatan.

Dalam video itu terlihat korban Di Bully oleh teman-temannya dan mereka terus mengeroyok korban sambil disaksikan oleh teman-temannya di dalam kelas.

“Benar itu di SDN 1 Lebung Gajah, kejadiannya tanggal 27 November saat jam istirahat dari belajar,” kata Kepala Sekolah SDN 1 Lebung Gajah, Bakri, Rabu (13/12).

Dijelaskannya, saat kejadian tidak ada guru yang tahu, karena pintu kelas ditutup. Selain itu tidak ada siswa yang melapor kepada guru.

Menurutnya sebelum video beredar sebenarnya pihak sekolah sudah memanggil korban dan para pelaku. Awal mula pengeroyokan itu hanya main-main.

“Fakta yang sebenarnya dari pengakuan anak-anak itu bukan berkelahi, itu main-main, anak kelas 1, sebelumnya kedua pihak sudah ditemukan, sudah kami damaikan, saat ini anaknya sudah sekolah seperti biasa," katanya.

Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten OKI melalui Kepala Unit Pelaksana Teknis Dinas (UPTD) Pendidikan Kecamatan Tulung Selapan, Argendi, menyesalkan kejadian tersebut, mengingat perkelahian terjadi didalam area sekolah, meskipun pihak sekolah sudah menjelaskan kejadian diluar jam belajar.

“Usai kejadian, kami langsung mendatangi lokasi sekolah serta memintai keterangan kepala sekolah dan guru-guru dan juga wali murid,"katanya, Jumat (15/12).

Ia mengaku, perkelahian anak sekolah tersebut diketahuinya sebelum video beredar di media sosial, menurutnya pihak sekolah sendiri sudah sempat memberikan laporan secara lisan.

“Setelah videonya beredar, kami memanggil kembali pihak sekolah serta wali siswa, untuk membuat laporan secara tertulis, agar informasi yang beredar di masyarakat tidak menjadi simpang siur,"katanya.

Pria yang juga menjabat Ketua Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Cabang Tulung Selapan mengingatkan para guru untuk memperhatikan aktivitas muridnya meskipun diluar jam belajar.

“Saat rapat koordinasi dengan seluruh Kepala Sekolah, saya akan berikan sanksi tegas jika kejadian tersebut terulang lagi, saya ingatkan juga guru-guru memperhatikan tingkah laku murid serta perketat larangan membawa alat komunikasi dan sejenisnya dilingkungan sekolah,"pungkasnya.

Komentar Berita