Jumat, 17 Mei 2019 - 21:51:00 WIB - Viewer : 424

Kenaikan PBB Dianggap Arogansi Pemkot

rep : AT.Putra/Ed:Feri

AMPERA.CO

AMPERA.CO, Palembang - Naiknya tarif Pajak Bumi Bangunan (PBB) diwilayah kota Palembang dianggap tidak tepat dengan kondisi ekonomi rakyat yang lemah saat ini, hal itu menunjukan arogansi Pemkot Palembang.

Hal itu diutarakan Rubi Indiarta, koordinator lapangan, yang mengatasnamakan aliansi pemuda peduli Palembang, saat melakukan aksi penolakan kenaikan PBB di depan kantor Walikota Palembang, Jumat (17/5).

"Kenaikan PBB yang mencapai 400 persen jelas bentuk arogansi dan kesewenang-wenangan rezim penguasa terhadap rakyat. Menaikkan tarif PBB dianggap satu-satunya jalan untuk pembangunan di kota ini, jelas itu keliru dan menyengsarakan rakyat," katanya saat berorasi.

Ditemani puluhan aktivis yang menolak kenaikan PBB, Rubi menegaskan, pihaknya akan terus mengawal kebijakan pemerintah yang tidak pro rakyat, sampai keputusan itu dievaluasi.

"Tegas kami katakan, kami menolak kenaikan PBB yang didasarkan pada penghitungan NJPO atau nilai jual objek pajak, tidak rasional. Tapi, kami tetap mentoleransi kenaikan PBB maksimal 100 persen dari asal. Kemudian kami menuntut janji walikota dan wakil walikota yang akan mengendepankan kebijakan pro rakyat," katanya.

Menyikapi itu, Asisten 1 Setda Palembang, Sulaiman Amin mengatakan, pihaknya sudah menerima semua aspirasi pendemo, dan akan segera melakukan pembahasan terkait tuntutan mereka.

"Tentu aspirasi sudah kita tampung, kami akan lakukan rapat lanjutan membahas tuntutan dari masyarakat tersebut," pungkasnya.

    TAGS   :

Komentar Berita