Selasa, 21 Agu 2018 - 10:39:00 WIB - Viewer : 1282

Kepsek SDN 114 Palembang Terancam Dinonaktifkan

Tim / Ed : Fery

AMPERA.CO
Kepsek SDN Palembang 114 Palembang Nurmala Dewi, saat dimintai keterangan oleh Komisi IV DPRD Palembang, Senin (20/8)

AMPERA.CO, Palembang - Dugaan pungutan liar (Pungli) yang dilakukan oleh okunum kepala sekolah (Kepek) SDN 114 Palembang berbuntut panjang.

Kabid SD Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Palembang, Bahrin mengatakan, pihaknya sangat menyayangkan hal itu bisa terjadi. Ditegaskannya, tindakan memungut biaya pada wali murid yang lulus di SDN 114 sebesar Rp 500.000 ribu itu tidak ada intruksi dari Disdik Palembang. Melainkan inisiatif pribadi oknum Kepsek itu sendiri.

"Saya tegaskan. Itu tidak ada perintah daru Disdik Palembang, itu bersifat pribadi," katanya, Selasa (21/8).

Dijelaskannya, Disdik Palembang belum bisa mengabil sikap apapun terhadap Kepsek itu. Karena, masih harus menunggu hasil rekomendasi Komisi IV DPRD Palembang atas masalah tersebut.

"Kami menunggu rekomendasi DPRD Palembang. Sekitar 1 minggu sudah keluar hasilnya, terkait adanya bodigurd, kami tidak tau," katanya.

Tindakan Kepsek terkait pembelian seragam secara paksa kepada siswa, jelas tidak dibenarkan. Selain itu, pihaknya juga meminta kepada guru-guru yang menyampaikan aspirasinya kepada DPRD Palembang, untuk tetap menjalankan tugasnya seperti biasa.

"Kepsek itu juga sudah mengakui bahwa sering mengucapkan kata kasar kepada guru-guru, Kepsek mengaku khilaf. Apakah Kepsek itu dinonaktifkan atau tetap lanjut. Kami tunggu rekom DPRD Palembang," bebernya.

Sementara itu, salah seorang guru SDN 114 Palembang, yang enggan disebutkan namanya mengatakan, pengancaman terhadap guru yang dilakukan oknum Kepsek sudah sangat meresahkan.

"Kami sering diancam dengan membawa bodyguard dari luar apabila ada yang bertanya terkait pekerjaan sekolah selain itu sering berkata kotor, dan kerap memotong gaji guru tanpa izin," katanya.

Sementara itu, Kepsek SDN Palembang 114 Palembang Nurmala Dewi, usai rapat tertutup bersama Komisi IV DPRD Palembang, irit bicara saat dimintai komentar terkait tuduhan kepada dirinya.

"Saya serakan pada Allah SWT. Nokomen, nanti saya akan bicara," pungkasnya.

    TAGS   :

Komentar Berita