Rabu, 22 Nov 2023 - 15:18:00 WIB - Viewer : 8080

Komik Online(Webtoon/WebComic) Sebagai Media Mengasyikan dalam Pembelajaran

Dr. Meilinda,M.Pd; Prof Ida Sriyanti, M.Si; Dr. Leni Marlina, M.Si

Media pembelajaran tidak hanya berperan sebagai alat untuk membuat pembelajaran lebih menarik, tetapi juga membantu siswa dalam memahami konsep yang bersifat abstrak. Media pembelajaran memiliki sejumlah keunggulan. Pertama, memiliki kemampuan fiksatif, artinya media mampu menangkap, menyimpan, dan memperlihatkan kembali objek atau peristiwa yang direpresentasikan dalam bentuk gambar, foto, rekaman, atau video untuk kemudian disimpan dan dapat diamati kembali seolah-olah seperti aslinya. Kedua, media pembelajaran memiliki kemampuan manipulatif, yang berarti mereka dapat memperlihatkan objek atau peristiwa dengan berbagai perubahan (manipulasi) sesuai kebutuhan, seperti mengubah ukuran, kecepatan, atau warna, dan juga dapat mengulang penyajiannya. Ketiga, media pembelajaran memiliki kemampuan distributif, yang berarti mereka mampu mencapai sejumlah besar siswa dalam satu sesi penyajian secara serentak.

Media pembelajaran dapat digunakan dalam berbagai tingkat pendidikan, mulai dari tingkat sekolah dasar hingga perguruan tinggi. Dari Pendidikan formal sampai Pendidikan non formal karena penggunaan yang tepat dapat meningkatkan efektivitas pembelajaran secara signifikan. Salah satu media pembelajaran yang dapat digunaan untuk dalam Pendidikan non formal adalah komik webtoon.

Komik webtoon adalah komik yang yang ditampilkan dalam bentuk online atau di kenal juga dengan istilah webcomic. Ada beberapa kelebihan yang dimiliki oleh media pembelajaran webcomic atau webtoon tersebut diantaranya pertama memiliki penyajian yang menarik  dalam bentuk gambar-gambar berwarna dan cerita yang menghibur. Kedua dapat memvisualkan konsep-konsep abstrak dalam bentuk gambar yang dapat menjelaskan berbagai konsep materi pelajaran yang rumit dan berat. Ketiga media pembelajaran webtoon atau webcomic tidak terbatas hanya pada satu materi tetapi juga mampu menghadirkan berbagai materi pelajaran termasuk diantaranya sejarah, sains, bahasa bahkan matematika. Keempat media webtoon atau webcomic   seringkali tersedia secara gratis dan dapat di akses guru di media-media pembelajaran online, hanya saja mengenai isi materi yang disajikan masih diperlukan validasi guru agar pembelajaran yang diberikan melalui webtoon atau webcomic ini tidak menyimpang dari tujuan pembelajaran yang ada.

Meskipun WebComic atau Webtoon memiliki potensi sebagai media pembelajaran, ada beberapa hal yang harus dipertimbangkan guru diantaranya: 1) Validasi dan akurasi yaitu memastikan webcomic atau webtoon yang disajikan memiliki informasi yang valid dan akurat sesuai dengan tujuan pembelajaran dan kurikulum yang berlaku, 2) Usia dan Kesesuaian: Selalu pertimbangkan usia dan kesiapan siswa saat memilih komik Webtoon. Beberapa komik mungkin mengandung konten yang tidak sesuai untuk anak-anak atau remaja. 3)Integrasi dengan Metode Pembelajaran Lainnya: Komik Webtoon sebaiknya tidak digunakan sebagai satu-satunya metode pembelajaran. Mereka dapat diintegrasikan dengan metode pembelajaran lainnya untuk menciptakan pengalaman pembelajaran yang lebih komprehensif.

Berbagai pertimbangan di atas serta Popularitas webtoon atau web comic pada generasi Z membuat guru sebaiknya juga memiliki keterampilan dalam membuat webtoon atau webcomic ini. Ada beberapa aplikasi yang dapat digunakan untuk membuat webtoon atau web comic terutama untuk pemula diantaranya ada comic life, pixton, webtoon canvas dan canva.  Aplikasi terakhir yaitu canva cukup popular dan biasanya banyak digunakan guru untuk membuat PPT, desain cover buku, bahkan  video pembelajaran. Namun belum banyak guru yang menggunakannya untuk membuat animasi comic seperti webtoon atau webcomic. Oleh sebab itu maka tim PkM (pengabdian kepada Masyarakat) yang terdiri dari Dr Meilinda, M.Pd, Prof Ida Sriyanti, M.Si., Dr Leni Marlina, M.Si dan beberapa mahasiswa S1-S3 melakukan pengabdian kepada masyarakat untuk kalangan guru di SMAN 2 Kayu Agung. Kegiatan ini di ikuti oleh 20 orang guru yang berasal dari berbagai mata pelajaran. Kegiatan diawali dengan  pertemuaan tatap muka pada tanggal 8 September 2023 yang memberikan materi tentang rancangan awal media webtoon atau webcomic dengan menggunakan canva serta teknik penggunaan canvanya itu sendiri. Kegiatan dilanjutkan dengan pertemuan daring via zoon dan whataps group pada tanggal 1-8 Oktober 22023 untuk bimbingan teknik pembuatan media.

Pada pertemuan ini di hasilkan 13 karya webtoon dari pelajaran sains hingga bahasa pada topik-topik yang berbeda. Pengabdian ini memberikan hasil yang signifikan terkait dengan implementasi pendampingan pembuatan media pembelajaran berbasis E-comic berbantuan webtoon sebagai inovasi untuk meningkatkan keterampilan berpikir kreatif guru-guru di SMAN 2 Kayuagung, OKI. sebagian besar peserta belum mengenal Canva dan masih membutuhkan pemahaman tentang cara membuat animasi pembelajaran memcapai nilai yang baik saat akhir pembelajaran  dan ini mencerminkan antusiasme dan semangat peserta yang tetap tinggi meski mendapatkan penugasan untuk membuat animasi langsung sebagai tagihan di akhir pelatihan.

Dosen FKIP UNSRI

    Simak Berita lainnya seputar topik artikel ini :