Selasa, 06 Des 2016 - 23:29:00 WIB - Viewer : 11572

Komisi IV DPRD Palembang Merasa Dilecehkan PT SLI

Rep : AT. Putra / ed : Feri Y

AMPERA.CO, PALEMBANG - Anggota Komisi IV Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Palembang geram dengan ulah manajemen PT Sri Terang Lingga Indonesia (SLI). Pasalnya, kehadiran wakil rakyat ke perusahaan, Selasa (6/12) tidak diterima oleh manajemen, meskipun sudah menunggu hingga 2 jam lamanya.

Ketua Komisi IV, DPRD Palembang, Syahril Eddy mengatakan, kedatangan Komisi IV DPRD Palembang ke PT SLI bukan tanpa dasar. Melainkan untuk menindaklanjuti adanya aksi demo beberapa waktu lalu di kantor DPRD Palembang, yang mana salah satu poinnya adanya diskriminasi antara pekerja asing dan lokal, terjadi kesenjangan penghasilan yang sangat jauh antara pekerja asing dan lokal dan lainnya.

"Kami hanya ingin mempertanyakan kepada perusahaan itu, apa dasar mereka banyak merekrut tenaga kerja asing. Padahal, tenaga lokal masih banyak. Tapi, nyatanya mereka tidak merespon niat baik kami, sampai kami harus menunggu dan berdiri didepan pagar perusahaan berjam-jam,"katanya sedikit kesal.

Sambungnya, sikap tidak responsif PT SLI membuatnya kecewa sekaligus merasa dilecehkan oleh PT SLI, karena ketika sampai dilokasi Perusahaan sekitar pukul 14.00-16.00 WIB, pihak manajemen tidak bersedia menerima mereka, dengan alasan tidak memiliki surat resmi. Padahal, pihaknya sudah melayangkan surat ke PT SLI sejak tiga pekan lalu. Untuk melakukan audiensi dengan pendemi. Tapi tidak ada respon, sehingga mereka mendatangi perusahaan tersebut.

"Kami dibiarkan menunggu didepan pagar perusahaan berjam-jam. Kami sangat kecewa dengan PT SLI. Kami sudah menunggu mereka hadir ke kantor DPRD Palembang, tapi sampai tiga minggu, tidak hadir juga. Oleh karenanya kami akan layangkan surat kembali ke PT SLI maupun Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Palembang,"katanya seraya mengatakan, anggota yang ikut mendatangi perusahaan itu berjumlah lima orang, yakni Ali Subri, Endang Trisna, Duta Wijaya Sakti dan lainnya.

Dijelaskannya, pihaknya hanya melaksanakan fungsi dewan, yakni sebagai fungsi pengawasan. Seharusnya, majemen PT SLI menerima dahulu kehadiran wakil rakyat tersebut. Sehingga tau tujuannya untuk apa hadir di perusahaan mereka.

"Kalau kami tidak menindaklajuti aspirasi pendemo, artinya kami tidak bekerja. Kedepan kami minta kepada Disnaker, untuk menghadirkan PT SLI ke kantor DPRD Palembang,"kata politisi PPP ini.

Hal serupa diungkapkan oleh, Endang Trisna, ia mengatakan, harusnya mereka terima dahulu anggota dewan yang hadir.

"Tentu kami sangat kecewa dengan sikap mereka. Ini sifatnya sidak, kami berhak melakukan itu, kami hanya melaksanakan fungsi pengawasan,"pungkasnya.

    Simak Berita lainnya seputar topik artikel ini :

  • palembang