Jumat, 12 Jun 2015 - 14:16:00 WIB - Viewer : 3760

Kompetensi Bulu Ketiak Jadi Pro-Kontra

Foto: Istimewa
Ilustrasi

AMPERA.CO - Berawal dari seorang aktivis hak-hak perempuan ternama di Tiongkok bernama Xiao Meili yang merasa terganggu dengan pertanyaan mengapa perempuan harus mencukur bulu ketiaknya.

Baginya, setiap orang khususnya wanita memiliki kebebasan untuk memilih apakah harus menerima rambut yang tumbuh secara alami di tubuhnya atau tidak. Xiao ingin para wanita memiliki tubuh mereka sendiri.

Oleh karena itu, seperti yang dilansir bbc.com, ia kemudian terinspirasi meluncurkan “Kompetisi Bulu Ketiak” di social media terkenal di Tiongkok, Weibo.

Persepsi selama ini, rambut yang tumbuh di beberapa bagian tubuh dianggap sebagai hal yang maskulin. Namun, Xiao menjelaskan ketiak yang tidak berbulu bukanlah konsep kecantikan tradisional yang beredar di masyarakat Tiongkok. Bahkan jaman dahulu beranggapan sejumput bulu ketiak perempuan sebagai hal yang menawan dan misterius.

Kompetisi bulu ketiak ini mengacu pada salah satu contoh seorang artis wanita yang memanjangkan bulu ketiaknya untuk sebuah peran dalam film yang berlatar belakang Tiongkok pada tahun 1930-an.

Namun tetap saja, kompetisi ini menimbulkan pro dan kontra dari sebagian wanita. Salah satunya ada yang beralasan karena merasa kotor jika tidak mencukur bulu ketiaknya. Komentar lainnya menganggap orang yang membiarkan bulu ketiak tetap panjang adalah hal yang tidak sopan, baik untuk perempuan maupun laki-laki.

Di luar dari kritikan, antusiasme masyarakat tentang kompetisi ini pun tetap meningkat. Terbukti, ribuan orang bahkan telah berpartisipasi dalam diskusi itu dengan mengunggah foto-foto mereka yang memamerkan bulu ketiaknya.

"Aku seorang mahasiswa kuliah. Aku menyukai bulu ketiakku. Aku mendukung rambut alami, kepercayaan diri dan persamaan," ucap salah satu peserta di samping fotonya yang bersandar di ranjang asrama sambil mengangkat tangannya ke atas.

 

BerlianPratama

bbc.com

Komentar Berita