Rabu, 03 Jun 2015 - 13:10:33 WIB - Viewer : 7460

Kunjungan Wisatawan Mancanegara Mencapai Angka Tertinggi

Teddy M

Foto: Istimewa
Ilustrasi

AMPERA.CO, Jakarta - Badan Pusat Statistik (BPS) dan Pusdatin Kementerian Pariwisata (Kemenpar) mencatatkan pertumbuhan jumlah kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) ke Indonesia pada April 2015 mencapai 749.882 wisman atau tumbuh 3,24% dibanding April tahun sebelumnya sebesar 726.332 wisman. Pertumbuhan tersebut tercatat paling tinggi selama 10 tahun terakhir ini.

Sementara secara kumulatif Januari-April 2015 jumlah kunjungan wisman mencapai 3.049.170 wisman atau tumbuh 3,44% dibanding periode yang sama tahun lalu sebanyak 2.947.684 wisman. Pertumbuhan tersebut masih berada di atas garis tren kunjungan wisman 3 tahun sebelumnya meskipun melambat karena masih dibawah target sebesar 7%-8% per bulan.

Kunjungan wisman bulan April 2015 dari sejumlah pasar utama yang mengalami pertumbuhan positif antara lain; Tiongkok (+17,86%), Hong Kong (+16,42%), Jepang (+11,14%), India (+14,41%),Inggris (+8,22%), Korsel (+7,91%), Perancis (+5,51%), Malaysia(+5,26%), Filipina (+3,50%), dan Singapura (+2,49%).

Sedangkan wisman dari pasar yang mengalami pertumbuhan negatif antara lain; Amerika Serikat (-7,55%),Negara-Negara Timur Tengah (-25,38%), Rusia (-23,81%), Belanda (-15,23%), Jerman(-11,99%),Thailand (-10,07%), Australia (-0,52%), dan Taiwan (-0,27%).

Arief Yahya, Menteri Pariwisata mengatakan, tren pertumbuhan pariwisata semakin membaik, meskipun pada empat bulan pertama (Januari-April) 2015 sedikit melamban di bawah 4% namun kondisi itu diharapkan bersifat sementara (seasonal) karena bertepatan low season.

“Melihat tren kita optimis target 12 juta wisman pada akhir tahun ini akan tercapai,” kata Arief .

Lebih lanjut dia mengatakan, pemerintah akan mendorong pertumbuhan wisman pada pasar utama yang dalam empat (Januari-April) 2015 agar berubah dari negatif menjadi positif, begitu pula pasar yang positif pertumbuhannya diharapkan akan meningkat signfikan.

“Kita akan mengupayakan seperti strategi marketing dan promosi yang akan semakin digencarkan ke pasar utama dengan penguatan pada branding, advertising, dan selling (BAS),” tambah Arief.

BerlianPratama