Sabtu, 04 Apr 2015 - 02:10:04 WIB - Viewer : 6888
Malam ini Gerhana Bulan Total
AMPERA.CO, Jakarta - Gerhana bulan total akan terjadi pada hari ini, Sabtu, 4 April 2015. Tak seperti gerhana matahari pada 20 maret 2015 lalu, gerhana bulan dapat diamati di seluruh wilayah di Indonesia dengan mata telanjang.
Dari siaran pers yang diterbitkan oleh Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) dikatakan bahwa gerhana bulan akan mulai terjadi sejak pukul 17.15 WIB. Gerhana total akan dimulai pukul 18.54 WIB sampai dengan pukul 19.06 WIB. sementara Puncak gerhana akan terjadi pada pukul 19.00 WIB. Totalitas Gerhana akan berlangsung selama 12 menit. Sedikit lebih pendek dari biasanya.

Panjang pendek totalitas gerhana akan dipengaruhi oleh dua hal, jarak Bumi dan Bulan dan jarak Bumi dan Matahari. Saat gerhana nanti sore, Bumi berada tak terlalu jauh dengan matahari, tepat antara titik terjauh (aphelion) dan titik terdekat (perihelion). Sementara, jarak Bumi dan Bulan relatif jauh, mendekati apogee (titik terjauh). Kombinasi dua hal tersebut menyebabkan Bulan tak menyelam terlalu dalam pada saat melewati area bayangan Bumi, memengaruhi durasi totalitasnya. fenomena gerhana bulan dengan totalitas relatif pendek ini hanya terjadi setiap 18,3 tahun sekali.
Masyarakat wilayah barat Indonesia akan dapat menyaksikan gerhana bulan total ini sampai pukul 20.44 WIB. Namun memang tergantung kondisi cuaca dan awan. Jika tertutup awan, tentunya bulan tak akan terlihat.
Gerhana bulan terjadi saat bulan melewati bayanan bumi. Biasanya, karena orbit yang miring, bulan hanya lewat di atas atau di bawah bayangan bumi. Kejadian bulan melewati bayangan bumi, atau yang biasa dikenal dengan gerhana bulan, jarang terjadi. Gerhana hanya dapat terjadi saat bulan berdekatan dengan titik-titik dalam orbitnya saat melintasi ekliptika, jalur cahaya matahari.
“Gerhana bulan pada tahun ini akan terjadi pada 4 April dan 28 September," tulis bmkg.go.id
Saat gerhana bulan total terjadi, pembiasan cahaya matahari menjadi bulan menjadi semerah darah. Karena itu, gerhana bulan total biasa dikenal dengan blood moon, atau gerhana merah darah.
Selama ini banyak orang yang salah kaprah bahwa gerhana bulan disebabkan oleh bayangan bumi yang jatuh di bulan. Padahal, sebaliknya, fase gerhana bulan dipengaruhi oleh variasi arah datangnya matahari ke bulan yang jatuh ke bumi. (fyo)



