Minggu, 24 Mei 2015 - 16:38:03 WIB - Viewer : 10764
Malam Ini terjadi Gerhana Bintang di langit Sumatera Selatan
AMPERA.CO, Palembang - Fenomena astronomi menarik akan terjadi dilangit wilayah Sumatera Selatan dan Bengkulu, Minggu (24/5) malam ini. Sebuah bintang akan tertutup oleh asteroid, sebuah fenomena yang disebut gerhana bintang.
Fenomena Gerhana bintang malam ini terjadi karena Bintang Regulus, bintang paling terang di rasi Leo, bakal tertutup oleh asteroid Dagmar, asteroid berdiameter 43 kilometer yang terdapat di antara orbit Mars dan Jupiter.
Gerhana bintang yang akan terjadi pada pukul 23.50 WIB malam nanti itu sebenarnya dapat dilihat dengan mata telanjang. Namun, karena obyek yang diamati tak begitu dikenal luas dan durasi gerhana yang sangat singkat, pengamatannya jadi cukup menantang.
Astronom amatir dan pembina Jogja Astro Club, Mutoha Arkanuddin, menjelaskan bahwa Regulus akan ada di langit barat saat gerhana terjadi. Dengan demikian, siapa pun yang ingin mengamati harus mengarahkan mata ke langit bagian barat
"Saat terjadi, bintang Regulus akan hilang dari pandangan. Gerhananya sendiri bisa dilihat dari wilayah Sumatera Selatan dan Bengkulu," jelas Mutoha kepada Kompas.com yang dikutip AMPERA.CO Minggu (24/5).
Mutoha menambahkan, "Ketinggian (Regulus) sekitar 10 derajat." Jadi, jangan mengarahkan mata terlalu tinggi. Pengamatan akan lebih baik dilakukan di tempat yang relatif gelap dan tanpa penghalang di bagian baratnya.
Di langit barat sendiri, lanjut Mutoha, akan ada banyak bintang bertebaran. Namun, Regulus bakal mudah dibedakan dengan bintang-bintang lain.
"Regulus akan menjadi bintang yang paling terang," kata Mutoha
Tapi jangan terkecoh. Mutoha mengungkapkan, bakal ada dua benda terang di langit barat malam nanti. Satu Jupiter dan lainnya Regulus. Keduanya bisa dibedakan dari penampakannya. Regulus sebagai bintang akan tampak berkedip-kedip sementara Jupiter tidak.
Identifikasi Regulus sangat penting, karena Gerhana bakal terjadi sangat singkat.
Gerhana Bintang hanya akan berlangsung 2,4 detik. Tak ada waktu lama untuk mencari-cari. Lebih baik, identifikasi Regulus sebelum maksimal satu jam sebelum gerhana dimulai. karen jika terlewat sedikit saja, pengamatan gerhana bakal gagal. Si bintang sudah terburu muncul kembali.
Feri Yuliansyah



