Senin, 01 Jun 2015 - 17:51:42 WIB - Viewer : 8952
Malam Nifsu Syaban, Dianjurkan Diisi Zikir dan Baca Al Quran
Foto: Istimewa
AMPERA.CO, Jakarta - Nisfu Syaban adalah pertengahan bulan Syaban pada kalender Hijriyah. Berdasarkan hadits riwayat Imam Al Bukhari, Nabi Muhammad kerap berpuasa pada bulan Syaban.
Di beberapa daerah, malam Nisfu Syaban yang jatuh pada hari ini, Senin 1 Juni 2015, setelah maghrib nanti diadakan pengajian dengan membaca Surat Yasin. Pada acara pengajian itu, lazimnya disertai dengan doa untuk orang-orang yang telah berpulang.
Menurut Cholil Ridwan Ketua Majelis Ulama Indonesia Bidang Seni dan Budaya yang dikutif dari tempo.co, Malam Nisfu Syaban adalah malam yang baik dan tidak perlu ada seremoni, yang penting diisi dengan ibadah seperti zikir, baca Al Quran, dan sebagainya.
Cholil Ridwan menganjurkan umat muslim tidak melakukan ritual atau acara khusus pada malam Nisfu Syaban. Alasannya, seremoni seperti pengajian malam setengah bulan Syaban tidak ada tuntunannya.
Kendati begitu, Cholil mengatakan puasa di bulan Syaban merupakan sunah. "Yang penting mendekatkan diri kepada Allah. Silakan isi dengan ibadah masing-masing," kata dia.
Ihwal membaca Surat Yasin pada malam Nisfu Syaban, Cholil mengatakan tidak ada tuntunannya. "Tapi kalau mau dilakukan, ya silakan," kata dia.
Wakil Ketua Umum Muhammadiyah Abdul Malik Fadjar mengatakan munculnya berbagai cara memperingati malam Nisfu Syaban tak lepas dari tradisi dan budaya masyarakat Indonesia. Ia mencontohkan, umat muslim suku Jawa memanggil bulan Syaban dengan sebutan Ruwah.
Di bulan Ruwan ini, mereka kerap mengunjungi makam keluarga dan leluhur. "Interpretasinya macam-macam, itu tak lepas dari tradisi dan budaya yang majemuk," kata Malik.
Menurut dia, pelbagai ibadah bisa dijalankan asal tidak menyimpang dari tuntunan Islam. "Kalau puasa silakan itu sunah. Asal tuntunannya tidak ditambah, nanti jadi bidah," kata dia.
Malik menyarankan agar umat muslim memperingati Nisfu Syaban dengan ibadah yang tidak dipamerkan. "Memang ada yang memakainya untuk dakwah. Tapi tak usah ditonjolkan," kata dia.
BerlianPratama



